Selasa, 5 Mei 2026

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Pada Kuartal I-2021, Ini Alasan Menkeu Sri Mulyani

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memprediksi, ekonomi Indonesia akan tumbuh melambat pada kuartal I-2021

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

SERAMBINEWS.COM - Virus corona atau Covid-19 berdampak ke berbagai sektor.

Termasuk sektor ekonomi yang cukup berdampak akibat hantaman pandemi yang berasal dari Wuhan, China ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memprediksi, ekonomi Indonesia akan tumbuh melambat pada kuartal I-2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Proyeksi ini diberikan karena jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat membuat aktivitas masyarakat melandai.

Melansir laman Covid19.go.id, hingga Minggu (17/1/2021) ada tambahan 11.287 kasus baru yang terinfeksi virus corona di Indonesia.

Sehingga total kasus positif virus corona mencapai 907.929. 

Di pekan lalu, tambahan infeksi virus corona baru terpantau terus berada di atas 10.000 kasus.

Bahkan pada pada Sabtu (16/1/2021), infeksi harian virus corona di Indonesai mencapai 14.224 kasus, dan menjadi rekor baru. 

Baca juga: Pemerintah Mau Tambah Utang Rp 1.654,92 Triliun Pada 2021, Utang Hingga 2020 Capai Rp 6.000 Triliun

Akibat peningkatan jumlah kasus baru tersebut, pemerintah menarik rem dengan menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali selama dua pekan sejak 11 Januari 2021 lalu.  

Baca juga: Kumpulan 15 Resep Menu Kare, Hidangan Berkuah Santan Mulai Dari Bahan Sayur, Seafood dan Daging

“Ini warning, sebelum akhir tahun liburan panjang sudah diprediksi ada potensi penambahan kasus.

Di seluruh dunia, sudah agak lelah dan agak lengah dengan Covid-19 ini, sehingga memang terjadi peningkatan, kita harus menegakkan disiplin.

Sehingga ekonomi kuartal I-2021 masih terdampak karena kenaikan jumlah kasus,” kata Menkeu saat wawancara khusus dengan Redaksi Kontan.co.id, Jumat (15/1).

Setali tiga uang, perlambatan aktivitas ekonomi akan menekan konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen terbanyak produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Namun, Sri Mulyani mengatakan, dari sisi ekspor dan investasi sebenarnya sudah menunjukkan secercah harapan di kuartal I-2021. Seiring dengan pemulihan permintaan global.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved