Kunjungan Kerja
Kunker ke Nagan, DPRA Minta Perusahaan Utamakan Tenaga Kerja Lokal
Sementara anggota DPRA yang turun meliputi Rizal Fahlevi, Tarmizi, Iskandar Usman, Asib Amin, Ansari Muhammad, Nora, Muslem, Salihin dan Samsuri.
Penulis: Rizwan | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rizwan I Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Tim DPRA melakukan kunjungan kerja ke Nagan Raya, Selasa (19/1/2021) siang.
Dalam kunjungan itu DPRA meminta perusahaan besar yang bergerak di lintas sektor di kabupaten itu mengutamakan tenaga kerja lokal.
Kunjungan DPRA ke Nagan Raya disambut Sekda H Ardimarta dan Wakil Ketua DPRK Dedi Irmayanda.
Turut hadir sejumlah kepala dinas terkait dari Pemkab Nagan Raya.
Turut juga hadir sejumlah anggota DPRK Nagan Raya yakni Zulkarnain, Sugianto, Hasan Masyuri dan Junid Arianto.
Sementara anggota DPRA yang turun meliputi Rizal Fahlevi, Tarmizi, Iskandar Usman, Asib Amin, Ansari Muhammad, Nora, Muslem, Salihin dan Samsuri.
Baca juga: Agar Tak Salah Paham, Pasukan Cina di Laut Cina Selatan Belajar Bahasa Inggris
Baca juga: Terkait Protes Aparatur Gampong, Ini Penjelasan Sekda Aceh Utara
Baca juga: Ujicoba Vaksin Covid-19 Sputnik-AstraZeneca dan Oxford Pada Manusia di Sejumlah Negara Februari 2021
Dalam pertemuan yang sempat alot juga hadir pimpinan PLTU 1-2 (milik PLN), PLTU 3-4 (milik swasta) dan PT Mifa/PT BEL.
"Kami turun ke Nagan Raya memastikan soal tenaga kerja asing," kata Rizal.
Menurut Rizal, pihak Dinas Tenaga Kerja Aceh melaporkan dengan jumlah tenaga kerja asing yang saat ini berada di Aceh, pihaknya ingin memastikan keterlibatan tenaga kerja lokal di perusahaan tersebut.
"Kami mendorong tenaga kerja lokal harus mendapat prioritas," kata Rizal didampingi Tarmizi.
Dikatakan, selain soal tenaga kerja, pihaknya juga menyorot terkait lingkungan dan meminta ketiga perusahaan yang beroperasi di Nagan Raya tersebut tidak menyebabkan pencemaran lingkungan seperti debu.
"Kami memberikan apresiasi telah dilakukan ganti rugi sejumlah warga yang selama ini tinggal di sekitar perusahaan terkait debu," kata Tarmizi.
Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya Zulkarnain mengakui ada sejumlah persoalan yang timbul sehingga dibutuhkan perhatian serius dari DPRA.
Pertama soal lubang bekas tambang batubara PT BEL di Nagan Raya yang belum ditutup sehingga sangat membahayakan.