Luar Negeri
Jack Ma Muncul di Video Berdurasi 50 Detik, Dimana Keberadaannya Sekarang?
Miliarder Jack Ma akhirnya muncul di hadapan publik setelah berbulan-bulan dikabarkan menghilang.
"Bekerja keras untuk revitalisasi pedesaan dan kemakmuran bersama adalah tanggung jawab generasi pengusaha kita," imbuh Jack Ma.
Kendati demikian, waktu dan tanggal pengambilan video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Keberadaan Jack Ma sebelum video itu dirilis menjadi pertanyaan besar yang menyeruak di seluruh dunia.
Bahkan, Jack Ma tidak hadir dalam final acara Africa's Business Heroes, sebuah reality show bikinan dia sendiri.
Posisinya sebagai juri digantikan oleh seorang eksekutif Alibaba.
Dan selama beberapa bulan terakhir, China telah menindak kerajaan bisnis sang maestro teknologi tersebut.
Ma hilang dari hadapan publik sejak awal November ketika regulator Tiongkok menggagalkan initial public offering (IPO) Ant Group senilai US$ 35 miliar.
Membuat pihak Tiongkok memperketat regulasi fintech, memerintahkan perombakan Ant dan meluncurkan penyelidikan anti-monopoli terhadap Alibaba yang dilakukan dalam rentang beberapa hari saja.
Kemunculan kembali Ma dapat membantu memadamkan rumor yang terus-menerus tentang nasibnya.
Sementara itu regulator China masih terus melakukan penyelidikan terhadap raksasa keuangan online Ant Group Co. dan Alibaba Group Holding Ltd terkait persaingan usaha.
Ma tidak terlihat publik sejak awal November tahun lalu, ketika regulator China menggagalkan IPO Ant senilai US$ 35 miliar.
Regulator memperketat regulasi fintech, lalu memerintahkan perombakan Ant dan meluncurkan penyelidikan antitrust terpisah ke Alibaba. Semua itu dilakukan China hanya dalam beberapa hari.
Serangan terhadap kerajaan korporasi Ma yang bernilai triliunan dolar merangkum kampanye yang lebih luas untuk mengendalikan generasi raksasa teknologi China yang sekarang dipandang Beijing sebagai pemegang kendali yang terlalu besar atas ekonomi nomor dua dunia itu.
Aksi terburu-buru regulator China itu menunjukkan bagaimana Beijing telah kehilangan kesabaran dengan kekuatan besar dari para penguasa teknologi, yang sekarang dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas politik dan keuangan China.
Pada akhir Desember 2020, regulator China meluncurkan penyelidikan antitrust ke Alibaba, perusahaan e-commerce terbesar di “Negeri Panda”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/miliarder-china-jack-ma.jpg)