Berita Pidie
Terjatuh ke Saluran Irigasi, Bocah Dua Tahun di Pidie Meninggal Dunia
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa satu jam kemudian, setelah dilakukan pencaharian dengan melibatkan warga dan pihak kepolisian.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Imran Thayib
Balita itu diduga terpeleset saat bermain di dekat irigasi tersebut.
" Kita imbau kepada orang tua, hendaknya mengawasi anaknya yang rumah dekat saluran. Lebih-lebih dengan situasi banjir sekarang ini."
"Sebab, anak-anak itu tidak mengetahui jika mereka sedang asyik bermain. Untuk itu, anak harus dijaga ketat," pesan Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian.
Baca juga: Padahal Sudah Punya Tujuh Anak, Pria Malaysia Masih Ingin Poligami, Karena Kepincut Godaan Janda
Baca juga: Trump Habiskan Malam Pertama Sebagai Warga Negara, Cari Pengacara Sidang Pemakzulan di Senat
Baca juga: Pencarian Korban Sriwijaya SJ 182 Berakhir, Kabar Pilot Captain Afwan dan 15 Korban Masih Misteri
Bocah Sempat Tenggelam Dibawa Banjir
Bocah perempuan usia 3 tahun bernama Laila berhasil diselamatkan setelah sempat tenggelam dibawa arus banjir sekitar 30 menit.
Hal itu disampaikan oleh, Jasman, Keuchik Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, kepada Serambinews.com, Rabu (20/1/2021).
"Alhamdulillah setelah 30 menit pencarian si anak berhasil ditemukan oleh ayahnya Salim dalam kondisi masih bernyawa namun keadaannya sudah lemas," ungkap Keuchik Jasman.
Keuchik Jasman menceritakan kronologis awal si anak tersebut hanyut dibawa arus banjir.
Rabu pagi sekitar pukul 07.45 WIB, si ibu sedang menyuci pakaian. Sedangkan Laila, dijaga oleh kakaknya, lalu si kakak saat itu buang air besar.
"Selesai buang air besar si kakak melihat adiknya sudah gak ada, lalu dilaporkan ke ibu dan ayahnya lalu dilakukan pencarian. Setelah 30 menit kemudian si anak ditemukan di areal persawahan berjarak ratusan meter dari rumah korban," ungkap Jasman.
Saat ditemukan, kondisi korban masih bernyawa namun sudah sangat lemas.
Lalu, korban langsung dibawa ke puskesmas untuk penanganan, dan kini sudah dirujuk ke RSUD Shultan Abdul Aziz Syah Peureulak.
Muhat, salah satu warga setempat mengatakan, sejak Selasa (19/1/2021), kawasan rumah warga di Lorong Putri (Jalan ke Makam Putri Nurul Akla), dan persawahan masyarakat sudah direndam banjir setinggi satu meter.
Banjir ini merupakan banjir luapan dari sungai Krueng Peureulak.
Karena, lokasi kejadian hanya berjarak ratusan meter dengan Krueng Peureulak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-tenggelam-01.jpg)