Minggu, 19 April 2026

Siswi Berprestasi

Intan Sabila Siswi Berprestasi yang Belum Dibolehkan Memiliki Ponsel

Intan mengaku belum dibolehkan memiliki dan membawa ponsel baik ke sekolah maupun ke tempat lain oleh orang tuanya.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Intan Sabila, siswa kelas III MTsN Bireuen 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Beberapa waktu lalu jajaran Kankemenag Bireuen menggelar acara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke  75 tahun ini di MAN 5 Bireuen, dalam acara tersebut panitia juga mengumumkan guru maupun siswa yang berprestasi untuk maju ke depan mendapatkan piagam penghargaan dan piala diserahkan oleh Kankemenag Bireuen, Drs H Zulkifli Idris MPd.

Dari sejumlah siswa yang dipanggil salah satunya bernama Intan Sabila siswi kelas III MTsN  2 Bireuen atau MTsN Matanggeulumpang Dua, Peusangan. 

Dengan wajah gembira siswi tersebut segera ke depan panggung dan menerima piagam serta piala, adapun prestasi yang diraihnya yaitu sebagai juara dua IPA  Terpadu, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat provinsi Aceh tahun 2020.

Intan Sabila yang lahir 10 Juni 2006  lalu anak pasangan Saifuddin dan Dra Ernawati kepada Serambinews.com mengaku ianya belum dibolehkan membawa telepon seluler (Ponsel/HP) oleh orang tuanya dan guru.

“Saya  tidak ada nomor HP dan tidak ada nomor WA Pak karena belum boleh miliki HP,” ujarnya saat Serambinews.com  meminta nomor HP dan nomor WA-nya,” katanya.

“Kenapa belum boleh bawa HP,” tanya Serambinews.com, Intan mengaku karena belum dibolehkan memiliki dan belum boleh membawa HP baik ke sekolah maupun pergi ke tempat lain oleh orang tua dan guru.

“Lalu bagaimana dengan belajar online selama ini,” tanya Serambinews.com, Intan mengaku tidak ada masalah sama sekali dan menggunakan HP orang tuanya  (ibu) setiba di rumah, di rumah  baru boleh gunakan HP untuk kegiatan belajar, jawabnya,  ibunya adalah seorang guru di MAN 3 Bireuen.

Kepala MTsN 2 Bireuen, Drs Ridhwan kepada Serambinews.com, Jumat (22/01/2021) membenarkan, siswanya belum dibolehkan membawa HP ke sekolah walaupun sudah kelas III atau kelas IX. "Aturan sekolah memang demikian," ujar Ridhwan.

Intan Sabila mengaku sangat ingin menjadi seorang guru seperti ibunya, adapun prestasi yang telah diraihnya sejak duduk di MIN antara lain sebagai juara kelas sejak di MIN, kemudian juara tiga olimpiade IPA tingkat MTsN yang diselenggarakan oleh MAN Cendikia Aceh Timur tahun 2019 lalu.

Kemudian  juara dua pembinaan Kompetisi Sains Madrasah Online (KSMO) bidang studi IPA terintegrasi  tingkat provinsi Aceh tahun 2020.

Selain itu, sejak kelas I hingga saat ini meraih peringkat setiap tahun di MTsN 2 Bireuen.

Prestasi yang diraih selama ini katanya merupakan dorongan rekan-rekan sekolah, belajar bersama, pembinaan guru dan juga bimbingan orang tuanya dalam belajar.(*)

Baca juga: VIDEO Viral Penumpang Naik Angkot Tapi Ngotot Cuma Mau Bayar 200 Perak, Begini Reaksi Sopirnya

Baca juga: Haul Abon Aziz Samalanga Digelar Secara Daring

Baca juga: Pascakebakaran, Kalak BPBA Serahkan Bantuan Gubernur untuk Pesantren Serambi Mekkah 

Baca juga: VIRAL Mahasiswi Jadi Ibu Muda, Tetap Ikut Kelas Online dan Kerjakan Skripsi Walau Baru Melahirkan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved