Rabu, 15 April 2026

Menkes Budi Gunadi Sadikin Sebut Cara Testing Covid-19 di Indonesia Salah dan Tidak Efektif

Menteri Kesehatan ( Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sistem pemeriksaan (testing) Covid-19 di Indonesia salah secara epidemiologi.

Editor: Amirullah
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Rapat tersebut membahas ketersediaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww. 

SERAMBINEWS.COM - Sistem pemeriksaan (testing) Covid-19 di Indonesia salah secara epidemiologi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan ( Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Jumat (22/1/2021).

Hal itu berpengaruh terhadap jumlah kasus Covid-19 yang terus bertambah meski jumlah testing disebut sudah melampaui target WHO.

"Testing, tracing, dan treatment ( 3T) serta isolasi bagaikan menambal ban bocor. Tapi kita kan tidak disiplin. Cara testing-nya kita salah," ujar Budi dikutip dari acara "Vaksin dan Kita" yang diselenggarakan Komite Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat, yang ditayangkan kanal YouTube PRMN SuCi, Jumat (22/1/2021).

"Testingnya banyak tapi kok naik terus? Habis (yang) di-tes orang kayak saya, setiap kali mau ke Presiden di tes, tadi malam, barusan saya di-swab. Sepekan saya bisa lima kali diswab kalau masuk istana. Apakah benar (testing) seperti itu?" lanjutnya.

Baca juga: PS5 Resmi Rilis di Indonesia Hari Ini, Berikut Harga, Spesifikasi, dan Daftar Peritel & Kontaknya

Baca juga: Daftar Harga HP Xiaomi Januari 2021 Terbaru: POCO M3 Hanya Rp 1 Jutaan

Baca juga: Kasus Kematian Pramugari Filipina Masuki Babak Baru: Jaksa Ungkap Fakta Ini, Kepala Polisi Dipecat

Budi menjelaskan, berdasarkan ilmu epidemiologi, testing seharusnya menyasar para suspek Covid-19.

Dengan kata lain, testing mandiri seperti yang dilakukan orang-orang jika akan bepergian tidak masuk dalam testing epidemiologi.

"Bukan orang yang mau pergi kayak saya mau menghadap Presiden. Nanti lima kali tes standar WHO segera terpenuhi satu perseribu (per pekan)," tutur Budi.

"Tetapi tidak ada gunanya testing itu secara ilmu epidemiologi. Nah hal-hal seperti itu yang harus dibereskan," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkes: Cara Testing Covid-19 di Indonesia Salah dan Tidak Efektif"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved