Video
VIDEO - Kepanikan Gempa Melonguane Sulawesi Utara, Warga Berlarian Menyelamatkan Diri
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, pusat gempa berada di 134 km timur laut Melonguane, sekira pukul 19.23 WIB.
Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, MELONGUANE - Gempa kembali mengguncang Indonesia, Kamis (21/1/2021) malam.
Berkekuatan 7,1 Skala Richter, gempa kali ini mendera Sulawesi Utara.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, pusat gempa berada di 134 kilometer timur laut Melonguane, sekira pukul 19.23 WIB.
BMKG mencatat kedalaman gempa berada pada 154 kilometer dari permukaan laut.
Sejauh ini gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi peristiwa tsunami.
Sebaliknya, belum diketahui dengan pasti apakah gempa ini turut menimbulkan kerusakan maupun korban pada masyarakat setempat.
Getaran Terasa Hingga Mindanao
Dikutip dari seattletimes.com, gempa yang berpusat di timur laut Melonguane terasa hingga ke Mindanao, di selatan Filipina.
Tetapi pihak berwenang mengatakan itu terlalu dalam untuk menyebabkan kerusakan besar dan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.
Survei Geologi AS mencatat, gempa tersebut berkekuatan 7,0 dan terletak 95,8 kilometer (60 mil) di bawah laut dan sekitar 210 kilometer (130 mil) tenggara Pondaguitan di provinsi Davao Occidental.
Di kota Davao, kampung halaman Presiden Rodrigo Duterte, beberapa penduduk lari ke luar rumah mereka saat tanah bergetar dan kabel listrik serta tanda-tanda bisnis bergoyang, tetapi tidak ada laporan kerusakan atau cedera.
Duterte berada di kompleks istana presiden di Manila.
Gempa tersebut dirasakan di kota-kota dan provinsi terdekat di wilayah tersebut, kata Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina.
USGS mengatakan ada kemungkinan kecil korban jiwa atau kerusakan.
Sistem Peringatan Tsunami AS mengatakan tidak ada ancaman tsunami. Gempa bumi yang dalam umumnya menyebabkan lebih sedikit kerusakan di permukaan bumi.