Breaking News:

Internasional

Donald Trump Dituduh Membiayai Penyerbuan Gedung Capitol AS 6 Januari 2021

Tim kampanye mantan Presiden AS Donald Trump memberi individu dan perusahaan pengorganisir demonstrasi 6 Januari 2021 di Washington DC.

AFP/ROBERTO SCHMIDT
Seorang pendukung Presiden AS Donald Trump memakai topeng dirinya di samping pria bermasker gas dalam demo di Gedung Capitol AS, Washington DC, Rabu (6/1/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Tim kampanye mantan Presiden AS Donald Trump memberi individu dan perusahaan pengorganisir demonstrasi 6 Januari 2021 di Washington DC.

Sehingga, menyebabkan kerusuhan di Capitol AS dengan korban tewas lima orang, termasuk seorang polisi Capitol.

Dilaporkan, Donald Trump menggelontorkan dana 2,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 37,8 miliar selama dua tahun.

Bloomberg melaporkan pembayaran dilakukan hingga 23 November 2021, menurut pengajuan Komisi Pemilihan Federal - sebelum pengumuman publik dari rapat umum tersebut.

MaggieMulvaney adalah direktur operasi keuangan untuk kampanye Trump dan membantu merencanakan acara yang mengarah pada pemberontakan pekan lalu.

Sejak itu, dia mengunci akun Twitter-nya.

Baca juga: Mantan Wartawan Perang Beberkan Video Penyerbuan Gedung Capitol AS

"Anda tidak bisa bersembunyi, Maggie, kami semua melihat tangan kotor Anda," tulis seorang warga di Twitter.

Menurut dokumen, delapan pejabat kampanye Trump terdaftar pada izin yang dikeluarkan oleh Layanan Taman Nasional untuk rapat umum.

Termasuk Maggie Mulvaney, keponakan Mick Mulvaney yang dibayar 138.000 dolar AS hingga 23 November 2020 oleh tim kampanye Trump.

Seorang penasihat kampanye Trump membantah laporan bahwa kampanye tersebut berperan dalam membayar atau mengatur unjuk rasa 6 Januari. 2021.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved