Rabu, 13 Mei 2026

Internasional

Kelompok Berseteru di Yaman Siap Melanjutkan Pertukaran Tahanan

Kelompok yang berseteru di Yaman pada Minggu (24/1/2021) melanjutkan negosiasi pertukaran tahanan.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: ArabNews
Sejumlah wartawan Yaman yang dibebaskan dari penjara milisi Houthi turun dari pesawat. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Kelompok yang berseteru di Yaman pada Minggu (24/1/2021) melanjutkan negosiasi pertukaran tahanan.

Kegiatan itu didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas pertukaran tahanan, kata badan dunia itu,.

Hanya berselang tiga bulan setelah mereka menyelesaikan pertukaran tahanan terbesar perang.

Pembicaraan di ibu kota Jordania, Amman, antara perwakilan pemerintah yang diakui secara internasional dan milisi Houthi terjadi.

Dilansir AP, hanya sekitar seminggu setelah penunjukan AS atas pemberontak yang didukung Iran sebagai kelompok teroris diberlakukan.

Baca juga: Arab Saudi Terus Bantu Warga Miskin Provinsi Marib, Yaman

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, mendesak pertemuan di Amman untuk memprioritaskan pembebasan segera dan tanpa syarat.

Terutama tahanan yang sakit, terluka, lanjut usia dan anak-anak serta semua warga sipil yang ditahan secara sewenang-wenang, termasuk wanita.

Pembicaraan di Amman difasilitasi oleh PBB dan Komite Palang Merah Internasional, kata kantor Griffiths.

Pada Oktober 2020, pihak yang bertikai mencapai pertukaran tahanan perang terbesar yang pernah ada, membebaskan lebih dari 1.000 tahanan.

Hal itu menyusul pembebasan sesekali puluhan tahanan selama dua tahun terakhir.

Baca juga: Bayi Kembar Asal Yaman Tiba di Arab Saudi Untuk Operasi Pemisahan

Yang juga berfungsi sebagai isyarat niat baik, memicu harapan faksi-faksi itu akan menerapkan kesepakatan damai yang dicapai pada 2018 di Swedia.

Konflik Yaman yang menghancurkan meletus pada 2014, ketika Houthi merebut ibu kota, Sanaa, dan sebagian besar utara negara itu.

Hal itu mendorong koalisi militer Arab Saudi yang didukung AS ikut campur tangan beberapa bulan kemudian.

Dalam upaya mengembalikan pemerintahan Presiden Yaman Abed Rabu Mansour Hadi ke tampuk kekuasaan.

Pertemuan di Amman itu terjadi setelah AS menyatakan Houthi sebagai organisasi teroris asing.

Sebuah penunjukan yang mulai berlaku 19 Januari 2021, sehari sebelum Joe Biden dilantik sebagai presiden.

Baca juga: VIDEO Tangis Yaman Zai Pecah, Mengetahui Istri dan Tiga Anaknya Hilang Kontak

Tindakan AS tersebut mendorong sekjen PBB dan pejabat kemanusiaan lainnya untuk mendesak Washington membatalkan penetapan.

Guna mencegah kelaparan dan kematian besar-besaran di Yaman.

Yaman berada dalam krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Perang yang telah menewaskan lebih dari 112.000 orang.

Juga merusak jalan-jalan negara, rumah sakit, jaringan air dan listrik, serta infrastruktur lainnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved