Kamis, 9 April 2026

Internasional

Anthony Fauci Mengaku Sering Dimarahi Donald Trump

Dr Anthony Fauci , pakar penyakit menular terkemuka AS mengatakan Presiden Donald Trump sering memarahinya.

Editor: M Nur Pakar
AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONG
Presiden AS, Donald Trump, mendengarkan keterangan dari Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Anthony Fauci, mengenai klorokuin, obat malaria yang dianggap bisa menyembuhkan virus Corona, di Gedung Putih, Washington DC, pada 20 Maret 2020. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Dr Anthony Fauci , pakar penyakit menular terkemuka AS mengatakan Presiden Donald Trump sering memarahinya.

Dengan alasan tidak "lebih positif" tentang Covid-19 yang terus berkembang di luar kendali.

Dalam wawancara dengan The New York Times pada Minggu (24/1/2021), Fauci berbicara terus terang tentang pengalamannya bekerja untuk Trump.

Termasuk hubungan mereka yang kacau balau.

Trump melontarkan gagasan untuk memecat Fauci, yang saat itu menjadi anggota gugus tugas virus Corona Gedung Putih.

Setelah salah satu kampanyenya pada November 2020.

Baca juga: Gedung Putih Perketat Aturan Virus Corona, Dari Gelang Penguji Sampai Meja Berjauhan

Fauci, yang dilantik sebagai kepala penasihat medis Presiden Joe Biden pada Rabu (20/1/2021) sering membantah klaim Trump yang tidak berdasar.

Dalam wawancaranya dengan Times, dia mengingat klaim berulang Trump bahwa virus akan hilang begitu saja.

“Saya tidak senang membantah presiden Amerika Serikat,” kata Fauci.

“Saya sangat menghormatinya, tapi saya membuat keputusan yang harus saya lakukan," ujarnya.

"Jika tidak, saya akan membahayakan integritas saya sendiri, dan memberikan pesan palsu kepada dunia," tambahnya.

"Jika saya tidak angkat bicara, itu akan menjadi persetujuan diam-diam bahwa apa yang dia katakan baik-baik saja,” kata Fauci.

“Saat itulah saya mulai mendapat masalah ,” lanjutnya.

"Orang-orang di sekitarnya, lingkaran dalamnya, sangat kesal karena saya berani menentang presiden secara terbuka," ujarnya.

Baca juga: Anthony Fauci Sebut Virus Corona Afrika Selatan Lebih Berbahaya, Vaksin Covid-19 Bisa Kurang Efektif

Ditanya apakah Trump pernah menghadapinya karena membantahnya tentang pandemi, Fauci mengatakan presiden saat itu akan mengungkapkan kekecewaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved