Update Corona di Aceh Barat Daya
Abdya Kembali Masuk Zona Oranye Covid-19, Ini Pemicunya
Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang sempat bertahan dalam kelompok zona kuning atau daerah risiko rendah penyebaran Covid-19 selama tiga bulan...
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang sempat bertahan dalam kelompok zona kuning atau daerah risiko rendah penyebaran Covid-19 selama tiga bulan terakhir, kembali menjadi zona oranye atau zona risiko sedang.
Sedangkan daerah dengan jumlah penduduk sekitar 150 ribu jiwa tersebut tidak terjadi penambahan kasus baru warga yang terkonfirmasi Positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes dihubungi Serambinews.com, Selasa (26/1/2021) membenarkan hal itu.
Kabupaten Abdya tidak masuk lagi zona kuning atau kembali menjadi orange terungkap dalam paparan dr H Taqwallah MKes (Satgas Percepatan Penanganan Aceh melalui Video Telekonference (Vidcon), Senin (25/1/2020).
Kabupaten Abdya masuk zona oranye bersama 21 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh. “Satu-satunya kabupaten menyandang zona kuning adalah Agara (Aceh Tenggara),” katanya.
Baca juga: Guru Korban Kebakaran di Aceh Singkil Mendapat Santunan dari PGRI
Baca juga: Wirda Mansur Sebut Perjodohannya dengan Hasan Ali Jaber: Papa Orangnya Suka Bercanda
Safliati mengaku telah bertanya ke Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh soal Kabupaten Abdya tidak masuk lagi zona kuning. Padahal, kawasan sembilan wilayah kecamatan tersebut tidak terjadi penambahan kasus baru warga yang terkonfirmasi Covid-19 sekitar tiga bulan.
Jawaban yang diperoleh bahwa perubahan status zona Covid-19 daerah merupakan kewenangan Satgas Pusat dari hasil analisis update data yang dikirim dari daerah-daerah, dan hasil pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan (protkes) di daerah bersangkutan.
“Meski tak ada penambahan kasus baru Covid-19, sementara ketentuan protkes kurang diterapkan, maka bisa juga berubah zonanya,” kata Safliati mengutip penjelasan Satgas Covid-19 Aceh.
Berarti, katanya, perlu dipahami bahwa penilaian zona suatu daerah ada dua. Pertama, kasus warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19. Dan, kedua, tingkat kedisiplinan warga menerapkan protkes.
“Dari hasil pemantauan Satgas Pusat, bahwa kita (Abdya) sudah tidak menerapkan protkes seperti dulu lagi, sehingga zona dari kuning (risiko rendah) kembali menjadi zona oranye (risiko sedang),” kata Safliati.
Terkait hal ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya kembali mengingatkan semua pihak untuk lebih disiplin menerapkan protkes.
Baca juga: Tim Riset Ilmu Kepolisian Unsyiah Survey Kepatutan Lalu-lintas di Pidie, Ini Kata Kasat Lantas
Baca juga: Viral Para Warga Bawa Kasur Hingga Alat Rumah Tangga, Dikira Mengungsi, Rupanya Rombongan Pengantin
“Dimana saja dan kapal saja, ketentuan 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak) tetap harus dipatuhi. Jika tidak, bukan tak mungkin kembali ditemukan kasus terkonfirmasi positif corona sehingga status berubah lagi menjadi zona merah, ” tegas Safliati.
Tak Ada Lagi Kasus Covid-19
Kepala Dinkes Abdya, Safliati lebih lanjut menjelaskan, warga setempat yang terkonfirmasi Positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), berjumlah 94 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kadinkes-abdya-safliati.jpg)