Breaking News:

Berita Tamiang

Perbaiki Kerusakan Sawah Akibat Banjir, Aceh Tamiang Ajukan Bantuan Benih ke Provinsi

"Banjir Aceh Tamiang menyebabkan lahan sawah di lima kecamatan rusak. Total lahan yang rusak mencapai 528 hektare," kata Yunus.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nasir Nurdin
Distanbunak Tamiang
Petani di Payameta, Karangbaru, Aceh Tamiang berada di sawahnya yang sudah terendam banjir. Distanbunak Aceh Tamiang mengajukan usulan bantuan benih ke provinsi untuk mengatasi persoalan ini. 

"Banjir Aceh Tamiang menyebabkan lahan sawah di lima kecamatan rusak. Total lahan yang rusak mencapai 528 hektare," kata Yunus.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang mengajukan bantuan benih ke provinsi untuk mengatasi kerusakan areal sawah seluas 528 hektare.

Menurut informasi, permohonan bantuan ini diantar langsung Kadistanbunak Aceh Tamiang, Yunus ke Banda Aceh pada Selasa (26/1/2021).

Yunus menjelaskan, usulan bantuan itu berupa benih masing-masing 25 kilogram untuk setiap hektare sawah yang mengalami puso.

“Permohonan bantuan saya masukan hari ini,” kata Yunus, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Anak Kandung yang Gugat Ayah 3 Miliar Minta Maaf, Deden: Saya Berdosa dan Siap Sujud di Kaki Bapak

Menurut Yunus, sebelumnya ia telah mengerahkan penyuluh dan petugas Pengamat Hama Penyakit (PHP) untuk mendata areal sawah yang rusak akibat bencana banjir.

Keterlibatan PHP ini untuk mendapatkan bantuan cadangan benih daerah (CBD) dari Pemerintah Aceh. Penerima bantuan CBD merupakan petani yang tanamannya mengalami puso.

Baca juga: Kamis Ini, Pasangan Gay yang ditangkap di Kuta Alam Dieksekusi Cambuk di Taman Sari Banda Aceh

Dijelaskannya, program CBD dari provinsi saat ini merupakan satu-satunya jenis bantuan yang tersedia, setelah pemerintah pusat mengalihkan bantuan serupa ke Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTSK).

“APBN sudah tidak ada lagi karena dialihkan ke AUTP. Sejauh ini petani kita belum berminat menjadi peserta asuransi," lanjut Yunus.

Baca juga: Pemuda 20 Tahun Hilang Diterkam Buaya Saat Mancing di Pantai, Empat Dukun Diturunkan Mencari Korban

Banjir kiriman yang melanda Aceh Tamiang menyebabkan lahan sawah yang berada di lima kecamatan rusak. Total lahan yang rusak disebut Yunus mencapai 528 hektare.

Dari data yang telah dihimpun, kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Bendahara seluas 380 hekatare, Rantau 60 hektare, Seruway 37 hektare, Bandarpusaka 31 hektare, dan Karangbaru 20 hektare. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved