Puting Beliung Rusak 15 Bangunan di Bener Meriah
Dampaknya, sembilan kios di pasar sayur, lima rumah, dan satu tembok beton (pagar) di Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit
REDELONG - Angin puting beliung kembali menerjang Kabupaten Bener Meriah pada Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 17.00 WIB. Dampaknya, sembilan kios di pasar sayur, lima rumah, dan satu tembok beton (pagar) di Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, rusak akibat terjangan angin tersebut.
Informasi yang dihimpun Serambi, kemarin, bangunan yang dihantam puting beliung rata-rata rusak pada bagian atapnya. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Saat kejadian, saya sedang masak di dapur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Begitu saya keluar rumah terlihat seng berterbangan,” ungkap Ainun Mardiah, warga setempat.
Dalam keadaan panik, menurut Ainun, ia sambil menggendong anaknya langsung berlari untuk menyelamatkan diri keluar dari rumah. “Saat itu, ada seng yang beterbangan di atas kepala saya dan hampir saja mengenai kami. Kalau saja telat keluar dari rumah, tidak tahu bagaimana nasib kami,” jelasnya. Rumah yang ditempati Ainun merupakan rumah milik Ongong, warga setempat. Semua atapnya diterbangkan angin puting beliung.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi, mengatakan, rumah semi permanen milik Ongong yang dihuni Ainun Mardiah dan keluarganya mengalami kerusakan terparah. “Satu mobil sedan juga ikut rusak,” ungkapnya.
Safriadi menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan bantuan masa panik berupa logistik (sandang dan pangan) serta seng dan kayu untuk korban angin puting beliung. Akibat bencana itu, sebutnya, ada satu keluarga yang rumahnya rusak parah harus mengungsi ke meunasah.
Menurutnya, kios dan rumah yang rusak diterjang angin puting beliung antara lain milik M Salim, Ida, Adi Guntur, Muksin, Mawar, Misdiana R, Abadi R, M Surahman (tiga unit), Miko (dua unit). Setelah kejadian, Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi, bersama istri, serta didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Sayutiman, dan Kabag Humas, Hasyimi, langsung meninjau lokasi bencana alam tersebut.
Sungai meluap
Terpisah, tiga rumah di Kampung Lampahan Induk, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 18.30 WIB, warga rusak akibat meluapnya air sungai di kawasan itu. Banjir luapan itu juga menyebakan satu balai pengajian dan Pos Gardu Induk PLN Lampahan mengalami rusak ringan.
Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, melalui Kapolsek Timang Gajah, Ipda H Selode Ilen SE, yang dihubungi Serambi, tadi malam, mengatakan, air sungai itu meluap setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada sore hari. Menurutnya, warga yang terimbas bencana yakni Sulaiman (45), Suginem (55) dan Abdullah Sapari (60), saat ini sudah dievakuasi ke tempat yang aman.
“Malam ini (tadi malam-red) mereka mengungsi di rumah sanak saudara yang ada di seputaran Lampahan dan Mekar Ayu,” ujar Kapolsek. Puing-puing material banjir luapan itu, tambahnya, akan dibersihkan besok (hari ini-red). (bud)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mah-yang-rusak-akibat-diter.jpg)