Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Dituduh Pro PKI dan Sesat, PNA Aceh Tamiang Polisikan Netizen

Pengurus DPW Partai Naggroe Aceh (PNA) Aceh Tamiang melaporkan seorang netizen karena menuding partai ini pro PKI dan sesat....

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Sekjen PNA Aceh Tamiang Syamsul Bihar (kanan) mendampingi Wakil Ketua PNA Aceh Tamiang Samsul Bahri saat melaporkan seorang netizen ke Mapolres Aceh Tamiang, Sabtu (30/1/2021). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Pengurus DPW Partai Naggroe Aceh (PNA) Aceh Tamiang melaporkan seorang netizen karena menuding partai ini pro PKI dan sesat.

Laporan ini secara resmi dilakukan Wakil Ketua DPW PNA Aceh Tamiang, Samsul Bahri bersama Sekjen DPW PNA Aceh Tamiang Syamsul Bihar ke Polres Aceh Tamiang, Sabtu (30/1/2021).

Bihar menjelaskan tuduhan pro PKI dan sesat ini ditulis seorang netizen NH di kolom komentar grup facebook terkait wafatnya Ketua DPW PNA Aceh Tamiang Hadi Effendiar pada Rabu (27/1/2021) malam lalu. NH dalam tulisan pertamanya sama sekali tidak menunjukan sikap belasungkawa dengan menulis “biarin”.

“Pada status pertama ini NH langsung ditegur oleh beberapa netizen lain karena dinilai tidak menunjukan sikap seorang  muslimah. Tapi bukannya menyadari kekhilafannya, dia malah semakin menjadi,” kata Bihar.

Dalam perdebatan di dunia maya itulah kemudian NH menyebut PNA merupakan partai politik yang pro PKI sehingga menurut pemahamannya sebagai parati sesat. Belakangan dia juga menyebut arah politik PNA ini juga dilakukan PDI dan PA.

“Ini jelas telah mencemarkan nama baik kami sebagai partai politik yang menjunjung tinggi azas demokrasi. Dalam hal ini kami sangat dirugikan, terlebih dilakukan di saat kami sedang berduka,” lanjut Bihar.

Sementara Samsul Bahri berharap laporan ini segera disikapi polisi agar tidak terjadi persoalan lain yang lebih meruncing.

“Kami sangat tidak berharap status NH memancing kemarahan orang lain yang membuat keselamatannya terancam,” kata Bahri.

Ketua Badan Bantuan Hukum Wilayah PNA Aceh Tamiang, Anwar menjelaskan laporan ini awalnya diproses di SKPK Polres Aceh Tamiang. Setelah dipelajari oleh petugas, laporan ini memenuhi unsur pidana dan langsung diarahkan ke Unit Tipiter Satreksim Polres Aceh Tamiang.

“Kita berharap kasus ini menjadi pelajaran agar netizen tidak sembarangan memberi komentar yang bisa melukai perasaan orang lain,” ungkap Anwar.(*)

Baca juga: Babinsa Tinjau Pengrajin Gula Aren Gampong Bughu, Kuta Malaka

Baca juga: Pasien Covid-19 Sembuh Tambah 18 Orang, Masih Dirawat 984 Orang

Baca juga: Gubernur Aceh Lepas Pelayaran Perdana KMP Aceh Hebat 2 Rute Ulee Lheue - Balohan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved