Jumat, 8 Mei 2026

Pusat Tak Bangun Stadion Paya Kareung, Untuk Ganti Cot Gapu

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum ada rencana membangun Stadion di Paya Kareung

Tayang:
Editor: bakri
For Serambinews.com
Hj Illiza Sa'duddin Djamal, anggota Komisi X DPR RI 

JAKARTA - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum ada rencana membangun Stadion di Paya Kareung, Kecamatan Peusangan, Bireuen sebagai pengganti Stadion Cot Gapu.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI asal Aceh, komisi yang membidangi olahraga, Hj Illiza Sa'duddin Djamal  setelah mendapat konfirmasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta tentang rencana pembangunan  Stadion Paya Kareung.

"Jawaban dari Kemenpora bahwa belum ada rencana pembangunan stadion baru di Paya Kareung karena anggaran sangat terbatas,” ungkap politis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu kepada Serambi, Senin (1/2/2021).

Terkait pembongkaran Stadion Cot Gapu, Illiza menegaskan, bahwa rencana tersebut agar memperhatikan Pasal 67 ayat (7) UU SKN. Disebutkan, izin penggantian atau rekomendasi penggantian stadion adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga. Artinya, setiap ingin mengalihfungsikan sarana olahraga harus ada izin Kemenpora.

Sebagaimana diketahui, Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi dalam pertemuan dengan wartawan di pendopo, Kamis (28/1/2021) siang memaparkan, rencana pembangunan Stadion di Paya Kareung sudah dibahas di tingkat kementerian. Bahkan, rencananya mulai dilakukan tahun 2022 mendatang.

Hanya saja, pernyataan dari Bupati Muzakkar tentu saja berbeda dengan anggota DPR RI asal Aceh. Padahal, mantan Wali Kota Banda Aceh ini berada di Komisi X yang membidangi khusus olahraga. Sehingga, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal lebih faham tentang proyek Stadion Paya Kareung.

Sebelumnya, Ketua Askab PSSI Bireuen, Ir Saifuddin Muhammad menolak rencana Pemkab ingin merobohkan Stadion Cot Gapu. Saifuddin menyatakan, sebelum berencana merobohkan Stadion Cot Gapu, seharusnya pemerintah duduk dulu dengan tokoh sepakbola atau olahraga maupun dengan instansi atau klub di Bireuen.

"Bupati Bireuen harus bisa menjelaskan kepada masyarakat untuk apa dirobohkan Stadion Cot Gapu. Karena, stadion itu milik publik atau digunakan untuk kepentingan publik," ungkap pria yang akrab disapa Yahfud ini.

Apabila stadion bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Bireuen itu dirobohkan, lanjut Saifuddin, di mana publik akan memanfaatkan sarana olahraga khususnya sepakbola, karena stadion baru pun belum ada.

Keinginan Pemkab Bireuen untuk merobohkan Stadion Cot Gapu mengundang tanggapan banyak kalangan, secara tegas menolak stadion bersejarah milik masyarakat Kota Juang. “Stadion Cot Gapu dan berbagai sarana pendukung di dalamnya jangan dirobohkan. Kita tunggu dulu kejelasan dan kepastian pembangunan stadion utama di Paya Kareung,” ungkap mantan manajer PSSB Bireuen, Aziz Fadila,

Aziz menegaskan, Stadion Cot Gapu hendaknya ditata dan dipugar kembali. Sehingga tidak perlu dirobohkan dulu. “Kalau kejelasan stadion di Paya Kareung belum ada, jangan robohkan Stadion Cot Gapu,” jelas Aziz Bengkel.

Stadion Cot Gapu identik dengan PSSB Bireuen dan perjalanan prestasi sepakbola Kota Juang. Stadion di tengah kota ini, sudah dimanfaatkan sebagai home-base PSSB ketika bertanding di divisi I PSSI 2006, dan divisi utama sejak tahun 2007 lalu.

Stadion Cot Gapu sudah lolos verifikasi dari PT Liga Indonesia (PT LI) ketika PSSB berlaga di divisi utama 2007. Kemudian, sempat menjadi home-base Aceh United FC di kompetisi Liga 2 tahun 2019 lalu. Bahkan, Aceh United FC juga menjadikan Cot Gapu sebagai markas ketika tampil di babak delapan besar Liga 2 saat itu.

Seiring penetapan Aceh-Sumatera Utara menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, maka sejumlah kabupaten/kota berlomba untuk mengajukan diri sebagai penyelenggara pertandingan cabang olahraga.

Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Jaya, Aceh Tengah, dan Bener Meriah berambisi menjadi tuan rumah cabang olahraga. Ingat! Di Aceh akan dipertandingkan 28 cabang olahraga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved