Jumat, 8 Mei 2026

Update Darurat Myanmar: Penerbangan Internasional Tutup

Militer Myanmar, Tatmadaw, juga menunjuk seorang jenderal sebagai pelaksana tugas (plt) Presiden Myanmar.

Tayang:
Editor: Amirullah
AFP/STR
Pendukung militer merayakan kudeta untuk mengambil alih pemerintahan sipil di Yangon, Myanmar, Senin (1/2/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Tak lama setelah penangkapan Aung San Suu Kyii, Militer Myanmar mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun pada Senin (1/2/2021).

Militer Myanmar, Tatmadaw, juga menunjuk seorang jenderal sebagai pelaksana tugas (plt) Presiden Myanmar.

Pengumuman itu disampaikan melalui siaran langsung di Myawaddy TV yang tak lain adalah milik militer.

Diberitakan Kompas.com, mereka menyebut, langkah itu diambil demi menjaga stabilitas negara.

Pendukung Rayakan Kudeta

Pendukung militer Myanmar dan partai politik yang terafiliasi militer menggelar pawai kecil merayakan kudeta militer.

Deretan mobil bak terbuka berisi pendukung militer melakukan parade di jalan-jalan kota Yangon, kota terbesar di Myanmar.

Diberitakan Kompas.tv, beberapa mobil terlihat membawa pengeras suara memainkan musik Myanmar.

Mereka juga mengibarkan bendera nasional Myanmar dan bendera yang sering digunakan untuk merepresentasikan kelompok mayoritas Buddha di Myanmar.

Baca juga: Begini Kisah Hidup Pria Menangis Usai Pesanan 60 Nasi Kotak Dibatalkan Pelanggan

Baca juga: Sosok Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan yang Dituduh Hendak Ambil Alih Demokrat

Bandara Internasional Ditutup

()(FILES) Dalam foto file ini diambil pada tanggal 2 Desember 2015 Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing (kiri) dan pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi (kanan) berjabat tangan setelah pertemuan mereka di Komandan di- Kantor kepala di Naypyidaw. Militer Myanmar telah menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam kudeta, kata juru bicara partai yang berkuasa pada 1 Februari 2021. (Phyo Hein Kyaw / AFP)

Seluruh penerbangan internasional keluar masuk Myanmar ditutup hingga pengumuman lebih lanjut.

Kebijakan itu diumumkan oleh Badan Pengatur Perjalanan Udara Myanmar seperti dilansir Associated Press, Senin (01/02/2021).

Kedutaan Amerika Serikat di laman Facebook mereka mengatakan jalan menuju bandar udara internasional Yangon ditutup.

Berbagai laporan juga memberi indikasi seluruh bandara di Myanmar juga ditutup.

Baca juga: Militer Myanmar Lakukan Kudeta, Aung San Suu Kyi dan Presiden Myint Ditahan

Baca juga: Ikatan Aktivis 98 Siapkan 1.000 Pengacara untuk Bela Abu Janda, Sebut Tak Ada Konten yang Rasis

Kronologi Penangkapan Aung San Suu Kyi

Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, ditangkap oleh militer Myanmar, Senin (1/2/2021).

Kejadian ini menyusul tuduhan kecurangan pemilu yang disuarakan militer.

Tak hanya Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Myint dan tokoh senior dari Partai National League for Democracy (NLD) juga ditahan militer Myanmar.

Juru Bicara NLD Myo Nyunt mengatakan bahwa para tokoh tersebut ditangkap tentara Myanmar dalam sebuah penggerebekan pada Senin dini hari waktu setempat.

"Kami mendengar mereka diambil oleh militer," katanya kepada AFP. Dia menambahkan bahwa dirinya sangat mengkhawatirkan Suu Kyi dan Win Myint.

"Dengan situasi yang kita lihat terjadi sekarang, kita harus berasumsi bahwa militer sedang melakukan kudeta,” imbuhnya.

Tuduhan Kecurangan Pemilu

()Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi mengawasi saat petugas kesehatan menerima vaksin untuk virus corona Covid-19 di rumah sakit di Naypyidaw pada 27 Januari 2021. Suu Kyi dan Presiden Myanmar dilaporkan sudah ditahan pihak militer Myanmar. (Thet Aung / AFP)

Sebelum militer Myanmar menangkap Suu Kyi dan pentolan Partai NLD, militer Myanmar yang dikenal sebagai Tatmadaw dikhawatirkan bakal melakukan kudeta.

Pasalnya, mereka menilai telah terjadi kecurangan dalam pemilu Myanmar yang digelar pada November lalu.

Bahkan menjelang pemilu, militer menuduh Komisi Pemilihan Umum Myanmar (UEC) memiliki manajemen yang buruk mengenai persiapan pemungutan suara.

Setelah Partai NLD-nya Aung San Suu Kyi menang telak dalam pemilu, militer melakukan penyelidikan mandiri terhadap proses pemungutan suara.

Di sisi lain, partai oposisi utama, Partai Union Solidarity and Development (USDP), juga menuduh bahwa adanya kecurangan dalam pemilu.

Militer dan USDP juga protes karena seruan mereka mengenai penyelidikan pemilu tidak didengarkan UEC.

()Seorang pendukung Liga Nasional Demokrasi (NLD) menghiasi tokonya dengan bendera NLD menjelang pembukaan kembali parlemen pada 1 Februari menyusul pemilu November 2020 yang dimenangkan oleh NLD yang berkuasa oleh Aung San Suu Kyi, di Yangon pada 30 Januari, 2021. (Sai Aung MAIN / AFP)

Karena tak digubris, militer telah menerbitkan serangkaian temuan yang mereka katakan memberikan bukti untuk mendukung klaim telah ada penipuan dalam pemilu.

Tetapi tuduhan tersebut telah ditolak oleh komisioner pemilu karena dianggap dilebih-lebihkan dan tidak masuk akal sebagaimana dilansir dari The Irrawaddy.

Militer mengatakan, mereka telah menemukan hampir 8,6 juta penyimpangan daftar pemilih.

Pemerintah dan UEC tidak merespons keluhan tersebut.

Panglima Tak Menampik Kudeta

Ketegangan semakin meningkat ketika juru bicara angkatan bersenjata Myanmar, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, menolak untuk mengesampingkan kudeta pada Selasa (26/1/2021).

Dia juga memperingatkan bahwa angkatan bersenjata dapat mengambil tindakan jika keluhan tentang kecurangan dalam pemilu Myanmar tidak ditangani.

Karena khawatir ada kudeta, jalan-jalan di ibu kota Myanmar dikelilingi pagar dan kawat berduri dan aparat dari kepolisian dikerahkan untuk berjaga pada Jumat (29/1/2021).

Belasan kedutaan besar termasuk delegasi Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, pada Jumat mendesak militer Myanmar mematuhi norma-norma demokrasi.

PBB Prihatin

()ILUSTRASI - Dalam pidatonya di ibukota Thailand, Bangkok, Antonio Guterres menyebut di masa mendatang jutaan orang terancam oleh risiko naiknya massa permukaan air laut. (BBC)

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan keprihatinan tentang kemungkinan intervensi militer di Myanmar.

Di tengah keprihatinan itu, pada Sabtu (30/1/2021), militer Myanmar menyatakan bakal melindungi dan mematuhi konstitusi dan bertindak sesuai dengan hukum.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh panglima tertinggi militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing.

"Tatmadaw melindungi konstitusi 2008 dan akan bertindak sesuai dengan hukum," bunyi pernyataan itu sebagaimana dilansir dari Reuters.

"Beberapa organisasi dan media mengasumsikan apa yang mereka inginkan dan menulis karena Tatmadaw akan menghapus konstitusi," imbuh pernyataan itu membantah adanya kekhawatiran kudeta.

(TribunnewsWiki.com/Nur, Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Update Keadaan Darurat Myanmar: Pendukung Militer Rayakan Kudeta, Penerbangan Internasional Tutup

Sumber: TribunnewsWiki
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved