Breaking News:

Video

VIDEO - Kisah Miswardi MA, Warga Aceh yang Jadi Transmigran di Pulau Rimau Sumsel

Saya hijrah dari Aceh pada tahun 1988. Sempat beberapa bulan di Medan, kemudian pindah ke Palembang

SERAMBINEW.COM - Insiden kontak senjata antara TNI dan gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Pasar Panton Labu, Aceh Utara, tahun 1988, telah mengubah perjalanan hidup Iswar.

Saat konflik Aceh masih membara, setiap kali kontak senjata terjadi, pasti akan berekses kepada penduduk di sekitar lokasi.

Anak-anak muda, terutama yang berasal dari daerah luar atau para perantau, akan menerima dampak dari setiap peristiwa kontak senjata.

Hal inilah yang mendorong Iswar, pemuda asal Gampong Aree, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai pekerja di warung nasi di Panton Labu Aceh Utara.

Mulanya, Iswar merantau ke Medan, Sumatera Utara.

Hanya beberapa bulan, dia kembali melanjutkan perjuangan hidupnya ke Palembang, Sumatera Selatan. 

Namun, perjuangannya belum berhenti. 

Hingga pada tahun 1991, Iswar terdampar di sebuah kawasan pelosok di Sumatera Selatan, yaitu Pasar Sumber Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Musi Banyuasin (sekarang masuk wilayah pemekaran Kabupaten Banyuasin).

Ia benar-benar memulai kehidupan baru.

Nama Iswar ditanggalkan dan diganti dengan nama baru, Miswardi MA.

Halaman
12
Penulis: samsul idris
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved