Breaking News:

Delapan Tahun Terbengkalai, Jembatan Krueng Teukuh Diresmikan

Setelah delapan tahun terbengkalai, jembatan Krueng Teukuh di kawasan Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya)

SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT didampingi Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH memberi keterangan setelah peresmian jembatan rangka baja Krueng Teukuh di kawasan Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (3/2/2021) siang 

BLANGPIDIE - Setelah delapan tahun terbengkalai, jembatan Krueng Teukuh di kawasan Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya) akhirnya diresmikan. Peresmian jembatan sepanjang 60 meter yang menghubungkan beberapa desa di Kuala Bate dan Kecamatan Babahrot, kabupaten yang sama dilakukan oleh Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, pada Rabu (3/2/2021) siang.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, beserta Unsur Forkompida setempat, Asisten II Sekda Aceh yang juga Pelaksana tugas Kadis PUPR Aceh, Mawardi, sejumlah anggota DPRA, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, sejumlah pejabat lainnya, serta warga setempat.

Gubernur dalam sambutannya menyampaikan, dengan selesainya jembatan Krueng Teukuh, masyarakat di kawasan itu sudah terbebas dari rakit yang selama ini digunakan sebagai alat transportasi alternatif. "Jembatan ini mempunyai peran strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi ribuan warga sekitar. Infrastuktur ini terintegrasi dengan sentra produksi pertanian dan perkebunan, sehingga memudahkan warga mengangkut hasil bumi ke pasar di pusat kecamatan," ujarnya.

Nova juga menjelaskan, pembangunan infrastruktur terintegrasi adalah salah satu fokus dalam visi misi Aceh Hebat yaitu ‘Aceh Seumeugot’, yang menjadi kebijakan Pemerintah Aceh periode 2017-2022. “Aceh Seumegot yaitu emastikan tersedianya sarana dan prasarana (infrastruktur) secara cerdas dan berkelanjutan,” tambah Gubernur.

Membangun infrastuktur, katanya, adalah upaya mendukung pencapaian tujuan semua program unggulan, terutama yang menjadi daya ungkit pembangunan ekonomi. Dalam rangka merealisasikan program unggulan tersebut, lanjut Nova, Pemerintah Aceh sudah membangun berbagai sarana dan prasarana transportasi--baik jalan maupun jembatan--guna membebaskan daerah terisolir, dan memudahkan akses masyarakat dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial dan kegiatan lainnya.

"Tadi (kemarin-red) Pak Bupati juga menyebutkan bahwa jembatan ini sudah diperjuangkan pembangunannya selama delapan tahun," ujar Nova.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras dan memberi dukungan terhadap pembangunan Jembatan Krueng Teukuh hingga selesai. Nova berharap masyarakat dapat menjaga jalan dan jembatan itu dengan baik, sehingga bisa bertahan lebih lama dan bermanfaat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH, dalam sambutannya menyebutkan, pembangunan jembatan Krueng Teukuh membutuhkan perjuangan yang berat selama delapan tahun. Jembatan itu, menurutnya, pernah hampir rampung pada 2016. Tapi, sambungnya, kemudian rusak lagi akibat diterjang banjir.

Selain itu, usulan pembangunan jembatan juga sempat ditolak beberapa kali sehingga tak kunjung terlaksana. Sehingga, katanya, sebagian orang menyebut jembatan itu 'meujen' (bersetan). "Saya sampai-sampai stress memikirkan pembangunan jembatan ini," ungkap Bupati Akmal. Ia tak mampu menahan haru atas rampungnya jembatan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 12 miliar tersebut .

Karena itu, Akmal sangat bersyukur kepada Allah SWT atas selesainya pembangunan jembatan itu hingga bisa diresmikan. Akmal juga berterima kasih kepada Gubernur Aceh yang sudah mendukung pembangunan jembatan itu. Dengan rampungnya jembatan itu, Akmal mengaku akan melakukan sujud syukur dan melepas nazar. Sebab, banyak pihak yang menganggap jembatan itu akan gagal dibangun. "Satu-satunya proyek yang saya bersujud syukur dan bernazar, proyek inilah," pungkas Akmal Ibrahim yang disambut tepuk tangan hadirin.

Serahkan sertifikat

Di akhir acara, Gubernur didampingi Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanamanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Distanbun Aceh, Habiburrahman STP MSc, menyerahkan sertifikat tanda daftar kepemilikan jengkol Abdya sebagai varietas unggul nasional kepada Bupati Akmal Ibrahim.

Jengkol asal Abdya merupakan bibit unggul. Bahkan, jengkol yang berumur di atas 10 tahun mampu menghasilkan 1 ton per batang, sehingga kalah jauh dengan jengkol dari provinsi lain. "Langkah awal, Insya Allah saya akan menanam jengkol Abdya ini di Bener Meriah dan saya juga akan meminta kiat-kiat kepada Pak Bupati, agar jengkol ini tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat," janji Nova.

Gubernur juga berjanji akan memasarkan jengkol Abdya ke kabupaten/kota lain. Sehingga, tanaman ini menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Abdya secara khusus dan Aceh secara umum. "Kalau berhasil, saya akan pasarkan di internet dan ke seluruh Aceh. Dulu kita boleh malu dan gengsi memakan jengkol, tapi sekarang jengkol sudah masuk ke restoran dan menjadi makanan mewah, dan ini potensi yang harus kita manfaatkan bersama," pungkas Nova Iriansyah yang juga Ketua Partai Demokrat Aceh. (c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved