Berita Pidie

Kawasan Krueng Baro Sigli Akan Diperindah, Kini Belasan Rumah Dirobohkan

Dalam penataan Krueng Baro tersebut, antara lain akan dibangun belasan viotek yang bangunannya melebar ke permukaan sungai.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Gambar desain proyek kotaku di kawasan Krueng Baro, Kecamatan Kota Sigli, Pidie 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kawasan Krueng Baro akan diperindah melalui proyek kotaku dengan dana sekitar Rp 15,9 miliar lebih dari APBN.

Saat ini, belasan rumah dan tempat jualan warga atau los di Gampong Kramat Dalam, Kecamatan Kota Sigli, Pidie telah dirobohkan.

" Proses pembebasan tanah warga yang terdampak proyek kotaku telah dibayar. Tercatat 12 unit rumah di Gampong Kramat Dalam dan los telah selesai dibayar," kata Koordinator Kotaku Pidie, M Adi Iswandi, kepada Serambinews.com, Kamis (4/2/2021).

Menurutnya, penataan kawasan Krueng Baro diperkirakan sepanjang 600 meter lebih dengan lebar jalan dari kaki tanggul sungai hingga tanah sebagai batas yang telah dibebaskan sekitar tiga meter. 

Penataan kawasan Krueng Baro dilakukan di Gampong Blok Sawah, Kramat Dalam, Pante Teungoh hingga di tempat pendaratan ikan (TPI) sementara di Krueng Baro tersebut.

Adi menjelaskan, dalam penataan Krueng Baro tersebut, antara lain akan dibangun belasan viotek yang bangunannya melebar ke permukaan sungai. 

" Warga yang berdiri di atas bangunan viotek seakan berdiri di atas air. Bangunan itu lokasinya menyebar di Gampong Blok Sawah, Kramat Dalam dan Pante Teungoh," jelasnya.

Dikatakan, penataan kawasan Krueng Baro, akan dilengkapi dengan playground sebagai tempat bersantai di ruang terbuka publik. 

Kecuali itu, juga dibangun jalan pendestrian dengan memasang poltal sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda dua. 

Kawasan tersebut khusus disediakan bagi penjalan kaki untuk bersantai dengan penghijauAn di box tanaman bunga serta dilengkapi bak sampah terpilah.

Selain itu, sebutnya, di aliran Krueng Baro akan dibangun dua unit jembatan penyeberang orang (JPO), yang hanya digunakan untuk penjalan kaki. 

Satu jembatan menghubungkan Blok Sawah dengan Kramat Dalam dan satu lagi menghubungkan Pante Teungoh dengan lokasi TPI semetara. 

Di JPO Panteu Teungoh merupakan lokasi nelayan menambat boat secara teratur. 

"Proyek kotaku itu dengan anggaran Rp 15,9 miliar lebih yang dikerjakan PT Putra Nanggroe Aceh dengan sumber dana APBN. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved