Jumat, 5 Juni 2026

Internasional

Pemerintah Yaman Siap Akhiri Perang, Namun Houthi Masih Jadi Penghalang

Pemerintah Yaman mendukung AS yang mengakhiri dukungan ke koalisi pimpinan Arab Saudi dalam perang. Menteri Luar Negeri Yaman, Ahmed Awad Bin Mubarak

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Para pengamat dan tentara berdiri di dekat bagian bandara yang rusak dirudal di kota selatan Aden, Yaman pada Rabu (30/12/2020). 

SERAMBINEWS.COM, SANAA - Pemerintah Yaman mendukung AS yang mengakhiri dukungan ke koalisi pimpinan Arab Saudi dalam perang.

Menteri Luar Negeri Yaman, Ahmed Awad Bin Mubarak, Jumat (5/2/2021) mengatakan pemerintahnya akan bekerja sama dengan Presiden AS Joe Biden.

Dilansir AP, diharapkan akan dapat mengakhiri perang di negara termiskin di dunia Arab itu.

Namun, dia menegaskan pemberontak Houthi dan pendukung Iran tetap menjadi penghalang utama perdamaian.

Pada Kamis (4/2/2021), Biden mengumumkan AS mengakhiri dukungan untuk perang yang dipimpin Saudi di Yaman.

Konflik lima tahun itu telah menewaskan sekitar 130.000 orang, termasuk lebih dari 13.000 warga sipil, dan mengakibatkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Joe Biden Akhiri Dukungan Serangan Koalisi Pimpinan Arab Saudi ke Yaman

"Kami akan menghadapi secara positif sikap pemerintahan baru AS, yang ingin mengakhiri konflik di Yaman," kata Bin Mubarak kepada The Associated Press (AP), Kamis (4/2/2021) malam.

"Ini selalu menjadi tujuan kami sejak perang dimulai, dan kami menangani semua inisiatif PBB secara positif di masa lalu," katanya.

"Tetapi kami selalu dihadapkan dengan kerasnya milisi Houthi dan agenda Iran di kawasan itu," katanya.

Juru bicara Houthi Mohamed Abdel Salam men-tweet Kamis (4/2/2021) malam, perdamaian tidak akan tercapai sampai agresi dihentikan dan pengepungan dicabut.

Perang Yaman dimulai pada September 2014, ketika Houthi merebut Sanaa dan mulai bergerak ke selatan untuk merebut seluruh negara.

Arab Saudi bersama dengan Uni Emirat Arab dan negara-negara lain, memasuki perang bersama dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional pada Maret 2015.

Biden mengumumkan diakhirinya penjualan senjata AS yang relevan.

Tetapi tidak memberikan rincian langsung tentang apa artinya itu.

Kelompok Berseteru di Yaman Siap Melanjutkan Pertukaran Tahanan

Pemerintah telah mengatakan sedang menghentikan miliaran dolar dalam kesepakatan senjata dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved