Internasional
Warga Palestina Bangun Rumah di Gua, Pemukim Israel Sering Memberikan Ancaman
Barakat Mour membangun rumah keluarganya di gua lereng bukit Tepi Barat Palestina. Menurutnya, dirinya sering mendapat ancaman dari pemukim Israel
SERAMBINEWS.COM, SUSIYA - Barakat Mour membangun rumah keluarganya di gua lereng bukit Tepi Barat Palestina.
Menurutnya, dirinya sering mendapat ancaman dari pemukim Israel di wilayah pendudukan.
"Anda akan duduk bersama istri Anda di dalam gua dan para pemukim akan menggerebeknya tanpa pemberitahuan," kata Mour (60) kepada Reuters, Jumat (5/2/2021).
Dia mengungkapkan tentang tempat tinggal keluarganya di dekat kota Hebron, Tepi Barat.
"Di sinilah saya dilahirkan," katanya.
"Saya lahir di gua ini," tambahnya.
"Tanah air ini sangat saya disayangi, karena telah menjadi bagian dari diri saya," katanya.
• Rusia Kirim Vaksin Sputnik V ke Palestina, Cukup Untuk 5.000 Orang Dengan Dua Kali Suntikan
Militer Israel mengatakan dalam beberapa pekan terakhir telah terjadi beberapa laporan gesekan antara pemukim dan warga Palestina di gua-gua dekat Desa At-Tuwani.
Dikatakan, pasukan bekerja untuk memisahkan para pemukiman untuk memulihkan ketertiban.
Gua alami tersebar di perbukitan Hebron selatan.
Menurut kelompok hak asasi Israel B'Tselem, penghuni gua Palestina telah tinggal di sana setidaknya sejak tahun 1830-an.
Mereka menggunakan beberapa gua sebagai tempat berlindung bagi domba dan kambing dan lainnya sebagai rumah.
Sebagian besar memiliki bukaan yang diukir dari batu dan dibagi menjadi ruang tamu, tempat penyimpanan, dan dapur.
Mour dan 12 saudara laki-lakinya tinggal di Desa Yatta, tetapi menghabiskan sebagian besar hari di sebuah gua.
Mereka tidur bergilir di sana untuk mencegah pemukim merebutnya di malam hari, katanya.
• Sekjen PBB Melihat Mulai Ada Harapan Perdamaian Palestina-Israel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-gua-warga-palestina.jpg)