Breaking News:

Aceh Targetkan PAA Rp 2,4 T, Pada Tahun 2021

Pemerintah Aceh, melalui Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) menargetkan Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2021

For Serambinews.com
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Bustami Hamzah SE MSi. 

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh, melalui Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) menargetkan Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2021 sebesar Rp 2,401 triliun. Pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor, dan pajak rokok masih menjadi sumber andalan penerimaan PAA, disamping sumber penerimaan baru lainnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Bustami Hamzah menjelaskan, masih diandalkan tiga sektor pajak itu sebagai sumber penerimaan PAA tahun ini, karena realisasi penerimaan dalam beberapa tahun ini selalu melampaui target, termasuk di masa pandemi Covid-19 tahun lalu. “Tahun 2020, target penerimaan PKB Rp 1,275 triliun, realisasinya Rp 1,477 triliun, atau sebesar 115,89 persen,” katanya kepada Serambi, Jumat (5/2/2021).

Selain dari PKB, penerimaan pajak dari biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) juga terlampui. Targetnya Rp 277 miliar, realisasinya Rp 290 miliar, atau sebear 104 persen. Terlampuinya penerimaan PAA dari pos penerimaan PKB dan BBNKB, menurut Bustami, karena pada tahun lalu, Pemerintah Aceh melaksanakan program penghapusan denda pajak PKB, kepada wajib pajak.

Sehingga banyak masyarakat yang kembali membayar pajak kendaraan, karena denda pajak dibebaskan. Selain, adanya pertambahan kendaraan sepeda motor dan dan mobil baru. Selain itu, Pemerintah Aceh juga memberikan pembebasan biaya BBNKB ke II, bagi mobil yang mau mutasi pelat dari non-BL ke BL, maupun sesama pelat BL.

Kemudahan pembebasan denda tunggakan PKB dan pembebasan biaya BBNKB tersebut, kata Bustami, memberikan dampak ganda, baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Bagi pemerintah, penerimaan PKB meningkat, bagi masyarakat kemudahan dalam pembayaran PKB dan mutasi pelat BL.

Andalan kedua penerimaan PAA, katanya, adalah pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Target tahun 2020 sebesar Rp 286,6 miliar, realisasinya Rp 319,3 miliar atau sebesar 111 persen. Hampir untuk semua jenis BBM, pada tahun lalu penjualannya meningkat, sehingga memberikan sumbangan pajak untuk Aceh menjadi lebih besar lagi.

Kenaikan tertinggi penjualan BBM tahun lalu adalah jenis Bio Solar, dengan realisasi penerimaan pajaknya mencapai 131 persen, kemudian jenis Pertamax turbo terealisir sebesar 123 persen. Partalite 112 persen, sedangkan Premium realisasinya 100,38 persen.

Sedangkan penerimaan pajak rokok, target tahun lalu Rp 275,9 miliar, realisasinya Rp 381,3 miliar. Tingginya realisasi penerimaan pajak rokok, karena masyarakat Aceh, termasuk golongan perokok tinggi. “Kenaikan harga rokok, tidak membuat para pecandu rokok di Aceh berhenti atau mengurangi volume rokoknya,” ujar Bustami.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Bustami Hamzah menambahkan, untuk mencapai target PAA 2021 sebesar Rp 2,4 triliun, pihaknya akan meningkatkan layanan pembayaran PKB di semua Kantor Samsat di seluruh kabupaten/kota, termasuk layanan Mobil Samsat dan jenis lainnya.

Peralatan pendukung kelancaran pembayaran PKB di semua Kantor Samsat, katanya, terus dilengkapi dan dibenahi, supaya layanan pembayaran PKB dan BBNKB di Kantor Samsat, berjalan lancar dan memuaskan wajib pajak. “Kalau wajib pajak sudah senang dan merasa bahagia, serta puas membayar PKB ke Kantor Samsat, penerimaan PKB dan BBNKB akan meningkat,” ujarnya.

Tarkait hal itu, Bustami mengaku sudah memerintahkan Kabid Pendapatan, Saumi Elfiza, menurunkan tim pemantauan ke Kantor Samsat di daerah untuk mencatat berbagai kekurangan, sehingga bisa segera dilengkapi.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved