Selasa, 12 Mei 2026

Internasional

Penyerbuan Gedung Capitol Disenangi Donald Trump, Menonton di TV Dengan Serius

Serbuan ke Gedung Capitol AS ternyata dinikmati oleh Donald Trump jelang berakhir jabatannya.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Polisi Capitol AS mendorong mundur para demonstran yang mencoba memasuki Gedung Capitol AS di Washington DC pada 6 Januari 2021. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Serbuan ke Gedung Capitol AS ternyata dinikmati oleh Donald Trump jelang berakhir jabatannya.

Hal itu diungkapan mantan asisten mantan presiden kepada CNN pada Rabu (9/2/2021)..

Presiden Donald Trump senang menyaksikan para pendukungnya melakukan kerusuhan di Capitol.

Kerusuhan 6 Januari 2021yang diikuti pidato Trump dengan mengklaim memenangkan pemilu 2020, mengakibatkan lima orang tewas, termasuk pembunuhan seorang polisi Capitol .

Ketika kekerasan terjadi Partai Republik dan Demokrat sama-sama memohon kepada Trump untuk campur tangan - meminta para pendukungnya untuk berhenti.

Pemimpin Sayap Kanan Penjaga Sumpah AS, Pengatur Kerusuhan di Capitol, Mantan Anggota FBI dan AL

Namun, selama berjam-jam, dia tetap diam, berlindung di Gedung Putih dan membaca berita kabel.

Di sana, seorang mantan pejabat senior Trump mengatakan kepada CNN, presiden menikmati apa yang dilihatnya di layar televisi.

Beberapa dengan topi MAGA dan bendera Trump membobol Gednng DPR AS dalam 200 tahun terakhir.

Dikatakan, Trump suka menonton massa Capitol.

Intelijen Jerman Peringatkan Kerusuhan Capitol, Ekstremisme Sayap Kanan Semakin Berani

Washington Post sebelumnya melaporkan Trump lambat bertindak dalam menyerukan diakhirinya massa yang dia lakukan beberapa jam setelah dimulai sebuah video yang diposting ke Twitter.

Dia menyebut para perusuh istimewa saat sedang menonton di televisi.

"Dia sulit dihubungi, dan Anda tahu kenapa? Karena itu siaran langsung TV," kata penasihat Trump kepada The Post .

Donald Trump Jr Berbagi Meme Kebencian, Mengejek AOC Yang Trauma Atas Kerusuhan Capitol

"Jika di depan TV, dia hanya menekan jeda dan menerima panggilan. Jika itu siaran langsung TV, dia menontonnya, dan menonton semuanya," tambahnya.

DPR yang dikendalikan Demokrat segera memakzulkan Trump, menuduhnya menghasut pemberontakan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved