Senin, 13 April 2026

Internasional

Donald Trump Telepon Mark Zuckerberg, Akun Facebook Miliknya Minta Dibuka Lagi

Penutupan akun media sosial Donald Trump jelang berakhir masa tugasnya sebagai Presiden AS telah membuat kepanikan dirinya.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Donald Trump dan Mark Zuckenberg 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Penutupan akun media sosial Donald Trump jelang berakhir masa tugasnya sebagai Presiden AS telah membuat kepanikan dirinya.

Sampai-sampai Donald Trump menelepon pemilik Facebook, Mark Zuckerberg.

Trump dan memintanya membuat perubahan pada panel untuk meninjau larangan platformnya.

Donald Trump dilaporkan menelepon Mark Zuckerberg ketika dia menjadi presiden untuk menentang Dewan Pengawas Facebook.

Tak lama setelah Facebook mengumumkan anggota Dewan Pengawas, sebuah panel independen Trump menelepon Zuckerberg untuk memprotes penambahan Pamela Karlan.

Seorang profesor Hukum Stanford yang bersaksi pada impeachment 2019 dirinya, lapor The New Yorker oleh Kate Klonick pada Jumat (11/2/2021).

Donald Trump Tersentak, Persidangan Pemakzulan Keduanya Jadi Sorotan di Senat

Facebook mengizinkan Klonick menghabiskan delapan belas bulan setelah pembuatan Dewan Pengawas.

Seseorang yang mengetahui proses tersebut mengatakan Zuckerberg mendengarkan keluhan presiden saat itu.

Tetapi tidak mengubah komposisi dewan, menurut laporan Klonick.

"Dia menggunakan Pam sebagai contoh bagaimana dewan itu sangat menyinggung perasaannya," kata seorang sumber padanya.

Donald Trump Sempat Terkena Radang Paru-paru dan Kesulitan Bernafas Saat Terinfeksi Covid-19

Zuckerberg mengumumkan rencananya untuk membuat Dewan Pengawas pada 2018 untuk memutuskan keputusan moderasi konten.

Pembuatan dewan tersebut juga mengikuti skandal pengambilan data yang melibatkan Cambridge Analytica yang terkait dengan Trump.

Dewan independen dapat mengambil keputusan Zuckerberg dan kebijakan Facebook untuk mengesampingkan keputusan raksasa media sosial itu.

Dewan tersebut diluncurkan pada tahun 2020 dan anggota pengukuhannya termasuk peraih Nobel, mantan perdana menteri, dan pakar hak asasi manusia dari seluruh dunia.(*)

Trump Tidak Akan Kembali ke Twitter, Akunnya Diblokir Permanen

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved