Pisang Cavendish

Pisang Cavendish Jadi Produk Primadona Baru Aceh

Aceh punya banyak komoditi terbaik yang sudah dikenal dunia seperti nilam, kopi, dan kerajinan tangan. Bahkan, saat ini juga ada produk

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Anggota Komisi IV DPR RI, Muslim SHI MM saat mengunjungi kebun percontohan pisang Cavendish di Kabupaten Bener Meriah, ditemani Kadis Pertanian, Ir Abadi  dan Kadis Pariwisata Bener Meriah, Irmansyah SSTP. 

Laporan Mawaddatul Husna I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Provinsi Aceh memiliki banyak potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Karena itu diperlukan peran serta perbankan, khususnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh, Safuadi ST MSc PhD menyampaikan itu ketika menjadi narasumber dalam kegiatan coffee morning bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Industri Jasa Keuangan (IJK) Aceh, di D’energy Café, Rabu (10/2/2021).

“Aceh punya banyak komoditi terbaik yang sudah dikenal dunia seperti nilam, kopi, dan kerajinan tangan. Bahkan, saat ini juga ada produk primadona baru Aceh yaitu highland banana cavendish atau pisang cavendish. Ini perlu mendapatkan dukungan untuk pengembangannya,” sebutnya.

Disamping itu, Aceh juga mempunyai komoditi ekspor lainnya seperti pertanian, ikan bandeng, keripik singkong, gurita, air kelapa, kelapa parut, ubi jalar.

Sejumlah provinsi lain di Indonesia mengekspor komoditi tersebut ke berbagai negara ke Eropa dan Asia.

Ia mengatakan Aceh harus berkarya sesuai potensi yang ada seperti pangan, energi dan air.

Ketiga hal ini merupakan kebutuhan dasar dan sumber kehidupan utama manusia. Seiring dengan pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan akan pangan, energi dan air terus meningkat.

Polisi dan TNI Kembali Sasar Pasar dan Warung Kopi untuk Ingatkan Warga

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi, Warga Bireuen Masih Enggan Pakai Masker

Pihaknya berharap semua pihak, termasuk sektor jasa keuangan ikut berperan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat.

Sementara Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan pihaknya juga akan terus meningkatkan pembiayaan pada semua bidang dalam upaya berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari dampak pandemi Covid -19.

Haizir yang juga ketua IJK Aceh menargetkan pembiayaan yang akan dikucurkan oleh bank milik Pemerintah Aceh tersebut akan tumbuh dua digit dari tahun sebelumnya yang disalurkan sekitar Rp 1 triliun.

Ia menyebutkan pada 2021, pihaknya juga akan fokus untuk memberikan pembiayaan pada sektor ekonomi seperti UMKM dan sektor lainnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini.

Sementara Kepala OJK Aceh, Yusri mengatakan ada beberapa peluang bisnis yang terbuka lebar di Aceh yang dapat menjadi potensi ekonomi besar.

“Yang kami minta dari OJK ke industri keuangan masuklah ke segmen itu, berorientasilah diluar kebiasaan itu, ekspor kah? Jadi peluang-peluang ekonomi itu jangan sampai daerah lain yang menangkap dan kita yang melihat,” sebutnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved