Ribuan Nakes di Aceh Utara Gagal Divaksin
Tenaga kesehatan (nakes) di Aceh Utara yang tak bisa disuntik vaksin Sinovac hingga hari keempat, Sabtu (13/2/2021) pelaksanaan vaksinasi Corona
LHOKSUKON – Tenaga kesehatan (nakes) di Aceh Utara yang tak bisa disuntik vaksin Sinovac hingga hari keempat, Sabtu (13/2/2021) pelaksanaan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang berlangsung di 36 titik mencapai 1.300 orang. Hal itu berdasarkan petunjuk teknis resmi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI.
Antara lain terkonfirmasi Covid-19, ibu hamil dan menyusui, mengalami gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, dan penyakit diabetes melitus.
“Jadi, sampai hari ketiga jumlah nakes yang tidak bisa divaksin tersebut mencapai 1.368 orang lebih, karena mereka mengalami salah satu dari 16 penyakit yang disebutkan dalam petunjuk resmi Kementerian Kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin kepada Serambi, Sabtu (13/2/2021).
Disebutkan, sampai hari ketiga jumlah nakes yang data ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk vaksinasi mencapai 5.227 dari 6.115 peserta nakes yang terdata. Dari jumlah itu yang sudah divaksin sudah mencapai 2.648 orang. ”Ini artinya sampai hari empat saja angka yang sudah divaksin terhadap nakes di tempat kita sudah melebihi 50 persen,” ujar Amir.
Sedangkan selebihnya, kata Amir, belum jadwal ke titik vaksinasi dan juga yang sudah datang. Tapi terpaksa ditunda disebabkan karena tekanan darah tinggi atau karena ada hal lain, sehingga harus ditunda dan akan dilaksanakan pada hari keempat, Senin (15/2/2021) besok. Sedangkan tak bisa divaksin menunggu petunjuk lanjutan dari kementerian.
Menurut Amir, pelaksanaan vaksinasi di 36 titik dalam Aceh Utara berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala. “Hari pertama saya melakukan pengawasan ke puskesmas yang ada di wilayah barat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan. Hari pertama hanya pengisian identitas nakes yang akan divaksin di jaringan yang terkendala.
Kemungkinan, karena hari pertama semua kabupaten/kota menggunakan aplikasi tersebut sehingga menjadi lambat. “Tapi, setelah mendapat arahan dari Pak Sekda Aceh, dr H Taqwallah MKes, boleh menggunakan sementara secara manual baru kemudian diisi ke online, sehigga hari kedua tidak kendala lagi,” pungkas Amir.
Pada bagian lain, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin menyebutkan, dari 36 titik pelaksanaan vaksinasi jumlah terbanyak petugas kesehatan berada di RSU Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara yang mencapai 1.279 orang. Dari jumlah itu berdasarkan data yang terekap, 921 nakes sudah berhasil divaksin. Sedangkan yang tertunda 237 dan yang tak bisa divaksin sementara 147.
“Jadi yang ditunda akan divaksin lagi nantinya ketika kondisinya sudah memungkinkan,” kata Amir. Sedangkan yang tak bisa divaksin karena mengalami 16 penyakit yang disebutkan dalam petunjuk teknis menunggu arahan lanjutan dari Kementerian Kesehaatan RI, karena pihaknya sudah mendapatkan surat edaran baru.(jaf)