Berita Aceh Besar
Tahun Ini Alokasi Dana Rp 10,5 Miliar, Mawardi Ali Komit Bangun Rumah Sakit Representatif di Siron
Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali komit pembangunan Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) untuk kabupaten Aceh Besar yang representatif di Gampong, Siron
Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Herianto | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali menegaskan kembali, rencana pembangunan Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) untuk kabupaten Aceh Besar yang representatif di Gampong, Siron, Lambaro, Kecamatan Inggin Jaya, sudah menjadi komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dengan DPRK Aceh Besar.
“Pada tahun 2021, kita alokasikan kembali dana untuk pembuatan gambar/DED dan pembangunan konstruksi awal RSUD Aceh Besar itu senilai Rp 10,5 miliar,” kata Bupati Mawaradi Ali, yang didampingi Kepala Bappeda Aceh Besar, Rahmawati SPd kepada wartawan, usai membuka acara Musrenbang tingkat Kecamatan Suka Makmur, di Kantor Camat Sibreh, Suka Makmur, Aceh Besar, Senin (15/2/2021).
Dalam pengarahan pada pembukaan Musrenbang Tingkat Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Mawardi mengatakan, kenapa Gampong Siron, Lambaro dipilih sebagai lokasi pembangunan Rumah Sakit Representatif Kabupaten Aceh Besar.
Karena Gampong Siron Lambaro itu, berada di tengah wilayah Kabuaten Aceh Besar, dan juga dekat dengan Kota Jantho, Lhoong, Leupung, Pulau Aceh/Pulo Nasi maupun Krueng Raya.
Baca juga: Usai Malam Pernikahan, Bagian Tubuh Pria Ini Tak Berfungsi, Pengantin Wanita Gugat Cerai Suaminya
Setelah pembangunan Rumah Sakit Representatif Aceh Besar di Gampong Siron - Lambaro, selesai di bangun dan dioperasikan.
RSUD Aceh Besar, yang saat ini berada di Indrapuri maupun Kota Jantho, kata Mawaradi Ali, tetap dioperasikan, karena sebelum ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Daerah sementara, dulunya berstatus sebagai Puskesmas, yang miliki rawat inap.
RSU Kabupaten Aceh Besar Representatif yang sedang dibangun di Gampong Siron – Lambaro itu, kata Mawaradi Ali, akan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar yang refresentatif dan definitif, serta tidak akan dipindah ke kecamatan yang lain lagi.
Lokasi RSUD yang baru itu, sebut Mawardi, selain letaknya strategis, arealnya lebih luas dari RSUD yang ada di Kota Jantho dan Indrapuri.
Luas tanah yang sudah ada sekitar 4,5 hektar, diantaranya tanah milik provinsi ada sekitar 2 hektar dan yang telah dibebaskan pada tahun lalu ada sekitar 2,5 hektar.
Baca juga: Tabrak Scorpio, Pengendara N Max Meninggal di Aceh Timur
Areal seluas 4,5 hektar itu, kata Mawardi Ali, untuk pembangunan awal sebuah rumah sakit yang representatif, sudah cukup dan kalau ada pengembangan masih ada tersisa lahan di bagian belakang, milik masyarakat sekitar 5,5 hektar.
“Para pemilik tanah itu telah menyatakan, jika Pemerintah Aceh Besar, ingin membelinya untuk pengembangan RSUD Aceh Besar yang refresentatif itu, mereka siap menjualnya,” ujar Mawradi Ali.
Mawardi Ali mengatakan, kenapa Pemkab Aceh Besar, perlu membangun RSUD yang representatif, seperti Rumah Sakit Meuraxa yang terdapat di lintasan Jalan Soekarno - Hatta.
Tujuannya, jika ada masyarakat Aceh Besar yang sakit di wilayah Kota Jantho, Seulimum, Krueng Raya dan kecamatan lainnya, untuk merujuknya dari Puskesmas di Aceh Besar ke RSUD Representatif Aceh Besar nanti, lokasinya menjadi lebih dekat lagi.
Rumah Sakit Umum Daerah yang kita bangun ini, sebut Mawaradi Ali, yang bisa menampung rawat inap pasien sebanyak 300 – 350 orang, atau lebih.
Baca juga: Keluarga Anang Hermansyah Terpapar Covid-19, Alami Flu, Demam Tinggi, Batuk dan Sesak Napas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bupati-aceh-besar-komit-bangun-rumah-sakit-di-siron.jpg)