Breaking News:

18 Praja IPDN Diturunkan dari Pesawat, Tersandung Surat Rapid Antigen Palsu

Sebanyak 18 orang praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terpaksa diturunkan dari pesawat setelah membawa surat keterangan rapid test antigen

Editor: Faisal Zamzami
AP
Seorang penumpang memakai masker saat terbang bersama pesawat Delta Airlines pada 3 Februari 2021. 

SERAMBINEWS.COM - Sebanyak 18 orang praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terpaksa diturunkan dari pesawat setelah membawa surat keterangan rapid test antigen palsu.

Lantaran hal tersebut belasan praja itu sempat tertunda keberangkatannya.

Satu diantara praja IPDN, Raihan Qubays (19) mengaku awalnya mereka akan melakukan rapid test antigen secara mandiri bersama orangtua masing-masing.

Namun ada tawaran dari salah seorang praja yang termasuk dalam 18 orang itu, orangtuanya kenal dengan petugas yang bisa dipanggil ke rumah untuk melakukan rapid test antigen.

"Kami berpikir bagus juga kalau ada pelayanan kesehatan yang bisa ke rumah".

"Dengan kondisi pandemi seperti saat ini bagus juga untuk menghindari ketemu orang banyak," katanya.

"Sebenarnya maksud kami sederhana biar kawan-kawan lain bisa dirapid test antigen secara kolektif, dan besoknya bisa terbang sama2," jelas Raihan, dihubungi KOMPAS.com, Senin (15/2/2021).

Gayung bersambut, tawaran itu pun diamini belasan praja lainnya.

Tepatnya, Rabu (10/2/2021) sekitar pukul 10.00 Wita, para praja yang akan melakukan penerbangan dirapid test antigen oleh dua orang petugas kesehatan.

"Jadi dijadwalkan di rumah teman saya jam 10.00 Wita kita rapid 18 orang".

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved