Selasa, 5 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi Kutuk Serangan Roket ke Bandara Irak, Satu Tentara AS Tewas

Kerajaan Arab Saudi mengutuk keras dan mengecam serangan teroris yang menargetkan bandara yang digunakan oleh pasukan AS di Irak utara.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Anadolu Agency
Dua roket menghantam Bandara Erbil, Irak pada Senin (15/2/2021). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mengutuk keras dan mengecam serangan teroris yang menargetkan bandara yang digunakan oleh pasukan AS di Irak utara.

Seorang kontraktor sipil tewas dan seorang anggota layanan AS terluka ketika roket ditembakkan di bandara internasional Irbil pada Senin (15/2/2021).

Serangan itu dapat mengancam keamanan dan stabilitas Irak dan kawasan, dan keselamatan navigasi udaranya.

"Serangan itu merusak upaya koalisi global untuk membantu Irak memerangi terorisme," kata kementerian luar negeri Arab Saudi, Selasa (16/2/2021).

"Kami menyatakan penolakan kategoris kami terhadap penargetan keamanan Irak, menggoyahkan persatuannya, dan memengaruhi integritas teritorialnya," katanya.

Baca juga: Bandara Erbil Irak Diserang Dengan Roket, Penerbangan Dihentikan Setelah Terdengar Suara Ledakan

Kerajaan mengatakan mendukung upaya Irak dalam memerangi organisasi teroris yang berusaha merusak stabilitas mereka dan mempengaruhi kedaulatan mereka.

Serangan tersebut menuai kecaman luas dari pejabat Arab, AS dan Barat.

UEA mengatakan secara permanen menolak semua bentuk kekerasan dan terorisme yang ditujukan untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas.

Kuwait mengatakan serangan semacam itu tidak akan menghalangi rakyat Irak untuk melanjutkan upaya membangun keamanan dan supremasi hukum.

Baca juga: VIDEO Militan Kurdi Eksekusi Belasan Warga Termasuk Tentara dan Polisi Turki di Irak

Bahrain mengatakan perlu bagi komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap tindakan teroris.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan AS menjanjikan dukungannya untuk menyelidiki serangan itu dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menyebut serangan itu keterlaluan dan tidak dapat diterima.

Dia mengatakan Inggris sepenuhnya mendukung Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi.

Baca juga: Militan Kurdi Eksekusi 13 Tentara dan Polisi Turki di Irak, Tentara Turki Siap Membalas

"Serangan terhadap pasukan koalisi dan warga sipil di Irbil sangat keterlaluan dan tidak dapat diterima," kata Raab.

"Rakyat Irak tidak akan memaafkan milisi yang membahayakan stabilitas Irak," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved