Iran Murka Beirut Diserang, Luncurkan Gelombang Rudal ke Israel
Serangan udara Israel dilaporkan menewaskan dua orang dan melukai sekitar 20 lainnya.
Ringkasan Berita:
- Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel sebagai respons atas serangan udara di Beirut, Lebanon.
- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menargetkan pangkalan militer David Ramat dalam operasi tersebut.
- Israel mengeklaim berhasil mencegat seluruh rudal dan melakukan serangan balasan ke beberapa kota di Iran.
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan penahanan diri untuk mencegah eskalasi konflik regional.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel pada Minggu (7/6/2026).
Serangan tersebut diklaim sebagai respons atas serangan udara Israel di wilayah selatan Beirut, Lebanon, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan operasi militer itu dilakukan setelah Israel menggempur Distrik Dahiyeh, kawasan pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat kelompok Hizbullah.
Serangan udara Israel dilaporkan menewaskan dua orang dan melukai sekitar 20 lainnya.
Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, komando pertahanan Iran, menegaskan bahwa serangan terhadap Beirut merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar oleh Israel.
Menurut mereka, setiap agresi terhadap ibu kota Lebanon berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.
"Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika kejahatan di pinggiran Beirut terus berlanjut, maka kami akan menyerang target-target di wilayah pendudukan (Israel)," demikian pernyataan Khatam Al-Anbiya yang dikutip media internasional.
Baca juga: Iran Mengamuk! Hujani Israel dengan Rudal Balistik, Sebut Serangan Beirut Sudah Lewati Semua Batas
IRGC mengungkapkan bahwa sasaran utama serangan rudal kali ini adalah pangkalan militer David Ramat di Israel.
Iran menyebut operasi tersebut sebagai peringatan atas tindakan yang mereka sebut sebagai pembunuhan dan pengusiran warga di wilayah selatan Lebanon.
"Operasi malam ini hanyalah sebuah peringatan. Jika agresi kembali terjadi, respons kami akan jauh lebih luas dan mencakup seluruh target Amerika-Zionis di kawasan," tegas IRGC dalam pernyataannya.
Di pihak lain, militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) mengklaim seluruh rudal yang ditembakkan Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka.
Meski demikian, serangan tersebut sempat memicu sirene peringatan serangan udara di sejumlah wilayah Israel dan membuat warga berlindung di bunker.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan agar kedua pihak menahan diri guna mencegah meluasnya konflik.
Trump mengaku telah meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran.
| Bukan Cuma Penyakit Lansia, Ini 5 Alasan Serangan Jantung Makin Sering Mengintai Usia Muda |
|
|---|
| Iran Mengamuk! Hujani Israel dengan Rudal Balistik, Sebut Serangan Beirut Sudah Lewati Semua Batas |
|
|---|
| Trump Ancam Iran Lagi! Aset Miliaran Dolar Tetap Dibekukan, Negosiasi Gencatan Senjata Gagal? |
|
|---|
| Trump: Uranium Iran akan Dimusnahkan, dengan Jalan Diplomasi atau Kekuatan Militer |
|
|---|
| 392 Prajurit Kodam IM Tiba di Aceh, Tuntaskan Misi Damai di Lebanon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kerusakan-di-wilayah-Bnei-Brak-di-sebelah-timur-Tel-Aviv-setelah-dihantam-rudal-Iran.jpg)