Breaking News:

Berita Bener Meriah

Kasus Rudapaksa Gadis 14 Tahun di Bener Meriah, Darwati A Gani: Pelaku Harus Dihukum Berat

Kasus rudapaksa terhadap seorang anak gadis berusia 14 tahun di Bener Meriah yang diduga dilakukan oleh tiga pemuda secara bergiliran membuat semua...

SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Darwati A Gani. 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Kasus rudapaksa terhadap seorang anak gadis berusia 14 tahun di Bener Meriah yang diduga dilakukan oleh tiga pemuda secara bergiliran membuat semua kalangan berang dan prihatin.

Salah satunya Darwati A Gani yang fokus terhadap isu perlindungan anak dan perempuan di Aceh. Terkait kasus itu, dirinya mengaku berang dan prihatin.

Sebelumnya, Darwati yang juga anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sudah pernah melakukan pertemuan dengan Forkopimda dan Forkopimda Plus di Kabupaten Bener Meriah.

Dalam pertemuan itu, Komisi I DPRA meminta agar kasus kekerasan seksual terhadap anak di Bener Meriah bisa ditekan. Kemudian juga mengharapkan ada perhatian dari pemerintah daerah mengenai pemulihan fisik dan psikis bagi korban.

Tidak berlangsung lama dari pertemuan itu, Bener Meriah kembali tercoreng dengan terjadinya kasus kekerasan seksual terhadap anak gadis berusia 14 tahun.

“Miris sekali membaca berita ini, korbannya masih anak dibawah umur (14 tahun) dan tiga orang pelakunya masih sangat muda (20-21 tahun). Mereka adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya melakukan kegiatan-kegiatan positif dan memanfaatkan waktu luangnya dengan hal-hal yang bermanfaat,” ujar Darwati kepada Serambinews.com, Selasa (16/2/2021).

Lanjutnya, tapi yang terjadi sebaliknya, mereka menghancurkan masa depannya sendiri dan menghancurkan kehidupan orang lain. 

Kata Darwati, siapapun pelakunya, hukum harus ditegakkan. Pelaku harus diganjar dengan hukuman yang seberat-beratnya. 

Sambungya, apalagi sekarang sudah ada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 tahun 2020 tentang tata cara pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, rehabilitasi, dan pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

Halaman
12
Penulis: Budi Fatria
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved