Selasa, 21 April 2026

Nakes Gagal Divaksin Karena Darah Tinggi

Ribuan tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit dan Puskesmas di Pidie dilaporkan gagal menjalani vaksin Sinovac

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Turno Junaidi SKM MM 

SIGLI - Ribuan tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit dan Puskesmas di Pidie dilaporkan gagal menjalani vaksin Sinovac, lantaran mereka memiliki riwayat penyakit darah tinggi (hipertensi) dan diabetes melitus (DM).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie, Turno Junaidi MKM kepada Serambi, Senin (15/2/2021) mengatakan, vaksinasi terhadap nakes sudah dilakukan sejak Rabu (10/2/2021). Sementara jumlah total nakes di kabupaten itu berjumlah 6.381 orang. Rinciannya, nakes sudah menjalani vaksin Sinovac 2.229 orang dan 1.115 nakes tidak lulus skrining, test sehingga harus ditunda penyuntikan. Sedangkan sisanya tidak hadir saat dilakukan vaksinasi.

Menurutnya, nakes yang ditunda vaksinasi dominan mengalami penyakit darah tinggi (hipertensi) dan diabetes melitus (DM). Lalu, ibu hamil, ibu menyusui, sakit lambung, dan katagori penyakit lainnya. Namun, sebut Turno, saat ini aturan sudah membolehkan ibu hamil dan ibu menyusui untuk dilakukan vaksinasi.

" Hanya saja nakes yang ditunda itu harus dimasukkan dalam aplikasi baru, karena dilakukan secara online. Tapi, aplikasi tersebut belum selesai sehingga untuk sementara harus dilakukan pencatatan secara manual dalam menjalani vaksin Sinovac. Sebab, nakes yang disuntik Sinovac harus mendaftar pada aplikasi PCker ," jelasnya.

Dikatakan, nakes yang sudah dilakukan vaksinasi akan diberikan sertifikat oleh Komite Pananganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasiona (Kapecipen), yang sertifikat itu dikirim melalui pesan singkat (SMS). Sementara nakes yang tertunda vaksinasi justru dari email peduli lindungi.id tidak dimasukan dalam sistem. Sehingga harus menunggu tiga hingga tujuh hari untuk bisa dimasukkan dalam sistem tersebut setelah didaftar.

Menurutnya, saat ini masih ada nakes yang belum dilakukan vaksinasi akibat tidak hadir. Untuk itulah, pihak dinas akan memberikan pengarahan kembali agar nakes bersedia dilakukan vaksinasi. Sebab, vaksin yang dilakukan pada tubuh untuk menguatkan imun supaya tidak diserang virus Corona. Apalagi, nakes orang terdepan yang melayani pasien harus membentengi tubuhnya dengan vaksin.

Sementara lt Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Turno Junaidi mengungkapkan, nomor induk kependudukan (NIK) menjadi kendala. Sebab, kesalahan NIK maka orang yang sudah melakukan vaksinasi Sinovac tidak dikirim sertifikat secara online.

" NIK tersebut harus betul diisi saat didaftar melalui PCker. Jika NIK salah, maka sertifikat bagi orang yang telah divaksin justru dikirim secara online kepada orang lain," jelasnya.

Ia menyebutkan, Pidie mendapatkan jatah 6.137 vaksin Sinovac. Saat ini, 4.055 vaksin sudah terealisasi setelah dilakukan vaksin terhadap nakes dan Forkopimda Pidie. Saat ini, sisa 2.082 vaksin belum digunakan akibat belum hadir, sakit dan kini dibolehkan suntik lagi.

" Setelah vaksin terhadap nakes selesai, maka akan dilanjutkan terhadap petugas pelayanan publik seperti PNS, Polri, TNI dan pegawai BUMN. Jadwalnya belum ditentukan karena kita fokus kepada vaksin petugas kesehatan dulu," ujarnya.

Sementara untuk distribusi vaksin, RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli menerima vaksin lebih banyak mencapai 1.613. Sementara Puskesmas Geumpang justru paling sedikit menerima vaksin berjumlah  49 botol.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved