Berita Pidie Jaya

Anggota DPRK Pidie Jaya Minta Penanganan Jalan Ambruk Dilengkapi Drainase, Ini Tanggapan Kepala BPBD

Drainase atau saluran pembuang air itu perlu dibangun saat penanganan ruas jalan ambruk di Gampong Baroh Cot Langgien, Kecamatan Bandar Baru

Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail
SERAMBNEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Okta Handipa ST MArch (kanan) meninjau pembangunan ruas jalan amblas di Gampong Cot Baroh Langgien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Rabu (17/2/2021). 

Drainase atau saluran pembuang air itu perlu dibangun saat penanganan ruas jalan ambruk di Gampong Baroh Cot Langgien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Pidie Jaya (Pijay), Misdar Abdullah SPd, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat membangun drainase. 

Drainase atau saluran pembuang air itu perlu dibangun saat penanganan ruas jalan ambruk di Gampong Baroh Cot Langgien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. 

Misdar Abdullah menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Rabu (17/2/2021).

"Ini semata-mata untuk menyelamatkan badan jalan dari pengikisan air hujan yang selama ini kerap menerjang badan jalan di sisi perbukitan Glee Gampong Baroh Cot Langgien," kata Misdar Abdullah. 

Oleh karena itu, kata politisi Partai Aceh (PA) asal Bandar Baru ini alokasi dana untuk penanganan jalan ambruk itu Rp 140 juta tidak cukup, sehingga harus ditambah Rp 50 juta atau Rp 60 juta lagi.

Aceh Termiskin di Sumatera dan Peringkat 6 di Indonesia, Pengamat: Salah Kelola Anggaran

Tim Tabur Kejati Aceh Hampir Tiap Minggu Tangkap Buronan Korupsi, Abusyik Sampaikan Ini ke Kajati 

Baca juga: Pengantin Baru Bacok Pegawai LSM, Cemburu Gara-gara Istrinya Digoda

Menurutnya, penambahan dana ini diperlukan untuk pembangunan drainase sepanjang ruas jalan di  perbukitan yang bersisian dengan jalan dimaksud. 

Misdar mengatakan drainase itu sangat diperlukan untuk melindungi badan jalan dari pengikisan air. 

Selain itu, juga untuk mempermudah debit aliran air turun dari lereng perbukitan ke saluran pembuang (SP) saluran irigasi Langgien.

"Jika tidak demikian, maka ruas jalan tersebut akan ambruk kembali dikikis air deras saat hujan lebat dari perbukitan Cot Glee Langgien.

Persoalan ini juga sudah berulangkali kami sampaikan ke instansi terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) maupun BPBD.

Sekali lagi saya desak agar penanganan ruas jalan yang ambruk itu wajib disertakan pembangunan  drainase," kata Misdar. 

Dikonfirmasi Serambinews.com secara terpisah, Rabu (17/2/2021), Kepala BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa ST MArch, mengatakan penanganan ruas jalan yang ambruk itu saat ini mulai pemasangan tebing di badan jalan. 

Selain itu, juga penimbunan. 

"Masukan untuk pembangunan drainase juga sudah kami sahuti. Saat ini sudah digali untuk pembangunan drainase tersebut," kata Okta Handipa. 

Seperti diketahui, jalan ini menghubungkan tujuh gampong dalam kecamatan paling barat Pidie Jaya itu. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved