Breaking News:

Berita Pidie

Disdikbud Instruksikan Semua Sekolah di Pidie Kenduri Apam Massal, Alasannya Bikin Salut

Sesuai surat edaran Kadisdikbud tersebut, maka jadwal pelaksanaan kenduri apam massal itu akan dilaksanakan pada Selasa (23/2/2021) depan.

hand over dokumen pribadi
Kadisdikbud Pidie, Ridwandi 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Pidie menginstruksikan semua sekolah di Pidie, mulai TK, SD, hingga SMP, untuk melaksanakan kenduri apam menyambut Bulan Rajab 1442 Hijriah.

Instruksi kenduri apam tersebut dituangkan dalam surat edaran bernomor 421/674/2021, yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Kadisdikbud) Pidie, Drs Ridwandi.

Sesuai surat edaran Kadisdikbud tersebut, maka jadwal pelaksanaan kenduri apam massal itu akan dilaksanakan pada Selasa (23/2/2021) depan.

Kepala Dinas Disdikbud Pidie, Ridwandi yang dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (18/2/2021), mengatakan, kenduri apam serentak di TK, SD, dan SMP itu akan dilaksanakan pada Selasa (23/2/2021), dalam rangka menyambut Bulan Rajab. 

Kegiatan itu, jelasnya, dilaksanakan untuk melestarikan budaya warisan leluhur di Kabupaten Pidie.

Baca juga: Sosok Dayana, Gadis Cantik Asal Kazakhstan yang Dulu Dipuja, Kini Dihujat Netizen Indonesia

Baca juga: Granat Sengaja Diletakkan di Ban Mobil Agar Meledak Saat Dilindas, Polisi Usut Pelaku dan Motifnya 

Baca juga: Ini Keuntungan Calon Penumpang di Bandara Malikussaleh Aceh Utara Bila Sudah Divaksin Covid-19 

“Ini agar tradisi ‘tet apam’ tidak terkubur dengan modernisasi. Makanya perlu digalakkan pada anak sekolah,” ujarnya.

Sementara untuk dana pelaksanaan kenduri apam tersebut, beber Ridwandi, merupakan hasil patungan guru di sekolah.

Menurutnya, sebelum diinstruksikan secara resmi oleh Disdikbud, semua sekolah di Pidie sebenarnya sejak dulu juga sudah melaksanakan kenduri apam.

" Kenduri apam juga sebagai pembelajaran bagi anak-anak untuk menanamkan budaya kenduri apam, sehingga mereka mengetahuinya," urai dia.

Menurut Kadisdikbud, jika tradisi kenduri apam tidak dilestarikan, dikhawatirkan budaya itu akan hilang digerus zaman.

Baca juga: Kreatif! Warga Nagan Raya Ini Olah Kayu Bajakah Jadi Minuman Teh, Pernah Diekspor hingga ke Brunai 

Baca juga: Ditantang Nelpon Krisdayanti Lantaran Hubungan Tak Baik, Ashanty: Aduh Takut

Baca juga: Penerbangan di Bandara Malikussaleh Maksimal, Tak Pernah Ada Lagi Penundaan Akibat Minim Penumpang

Ia mencontohkan, seperti seudati yang kini mulai menghilang di Pidie. Padahal, seudati itu berasal dari Kabupaten Pidie.

" Untuk mencari pelatih, sekarang saja sangat susah, akibat seudati tidak pernah dilaksanakan lewat perlombaan,” tukasnya. 

“Saat ini, bidang budaya telah dipindahkan ke Dinas Pendidikan, makanya kita akan galakkan kembali seudati, termasuk budaya lain," tegas Kadisdikbud.(*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved