Breaking News:

Haba Aneuk

Menilik Perlindungan Anak dalam Program Aceh Hebat

Terutama Aceh Utara dan Banda Aceh. Padahal, Banda Aceh saat ini berstatus Menuju Kota Layak Anak tingkat Madya

Dok Humas Aceh

Menilik Perlindungan Anak dalam Program Aceh Hebat

SERAMBINEWS.COM,- Ancaman kejahatan seksual terhadap anak belakangan ini kian menakutkan. Aksi pelecehan dan kekerasan itu umumnya kerap dilakukan oleh orang-orang terdekat korban. Anak yang sejatinya memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan kasih sayang, kini dihantui rasa bahkan dari dalam rumah sendiri.

Dari ujung sambungan telepon, suara Firdaus terdengar lantang meluapkan rasa bahagianya usai mendengar kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken PP Nomor 70 Tahun 2020. Bagi Firdaus, PP itu sedikit tidaknya telah memberikan ancaman bagi predator seks anak.

Seiring dengan rasa itu, komisioner Komisi Pengawas dan Perlindungan Anak (KPPA) ini juga mengaku kecewa melihat angka kekerasan terhadap anak di Aceh. Berdasarkan data dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), sepanjang 2020 terdapat 844 kasus. Angka ini meningkat jika dibanding tahun sebelumnya di 2019 sebanyak 503 kasus.

“Terjadi peningkatan yang signifikan.Terutama Aceh Utara dan Banda Aceh. Padahal, Banda Aceh saat ini berstatus Menuju Kota Layak Anak tingkat Madya,” katanya.

Menurut Firdaus, meningkatnya angka kekerasan itu ada dua faktor yang bertolak belakang. Pertama, upaya perlindungan anak semakin kuat sehingga banyaknya kasus yang selama ini tersembunyi kini mulai terkuat. Kedua, bisa saja pengawasan dan perlindungan terhadap anak sangat lemah sehingga banyak kasus terjadi.

“Selain dua faktor ini,  tentu ada banyak faktor lain yang menyebabkan meningkatnya kasus. Misalnya indikator KLA yang tak terpenuhi secara optimal, kerja perlindungan anak yang tak terpandu dan tak tersistem, dan beberapa faktor lainnya,” ujar Firdaus.

Sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas sudah semestinya pemerintah daerah membangun dan mensejahterakan kehidupan anak dari sejak dini. Karena, setiap anak wajib mendapatkan perlindungan. Oleh sebab itu, pembangunan daerah haruslah berspektif anak demi mewujudkan perlindungan yang berkelanjutan. (*)

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved