Breaking News:

Tulang Kepala Ibu dan Anak Pecah, Diduga Terbentur Benda Tumpul, Polisi Periksa 10 Saksi

Tulang kepala (tengkorak) ibu dan anak yang mayatnya ditemukan di kolong tempat tidur, dalam rumah mereka kawasan Gampong Simpang Jernih

DOK POLRES ACEH TIMUR
Personel Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur melakukan outopsi terhadap jenazah Nek Fatimah dan anaknya Nadatul Afraa, di RS Bhayangkara, Medan, Rabu (17/2/2021). 

IDI - Tulang kepala (tengkorak) ibu dan anak yang mayatnya ditemukan di kolong tempat tidur, dalam rumah mereka kawasan Gampong Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, tiga hari lalu, pecah diduga akibat benturan dengan benda tumpul. Hal itu diketahui berdasarkan hasil outopsi terhadap kedua korban di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Sumatera Utara.

Seperti diberitakan kemarin, warga Gampong Simpang Jernih, Senin (15/2/2021) siang sekitar pukul 12.30 WIB, digegerkan dengan penemuan mayat ibu dan anak di kolong tempat tidur rumahnya. Keduanya diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Informasi yang diperoleh Serambi dari Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro SIK MH melalui Plt Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Rudiono SH, kedua jasad tersebut teridentifikasi bernama Siti Fatimah (56) alias Nek Fatimah dan anak kandungnya Nadatul Afraa alias Dek Yus (15).

"Berdasarkan hasil outopsi yang turut didampingi oleh Unit identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur diketahui bahwa tulang kepala bagian wajah Siti Fatimah, hancur. Tulang kepala bagian atas Nadatul Afraa, juga pecah," ungkap Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Dwi Arys Purwoko SIP SIK, dalam keterangan tertulis yang diterima Serambi, Rabu (17/2/2021).

Selain itu, sebut Kasat Reskrim, tulang iga sebelah kiri Siti Fatimah dan rahang sebelah kiri Nadatul Afraa juga patah. "Penyebabnya diduga akibat terbentur benda tumpul. Sedangkan pada tubuh kedua korban tidak ditemukan luka bekas benda tajam," jelasnya. Ia juga mengungkapkan, kedua korban meninggal diduga akibat kehabisan darah. "Mereka diperkirakan sudah meninggal dunia 72 jam sebelum ditemukan," ungkap Kasat Reskrim.

Saat proses outopsi, tambah AKP Dwi, turut dibawa barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) di antaranya baju kedua korban, dan satu anting yang diamankan dari telinga kanan Nadatul Afraa. “Untuk hasil rilnya, Polres Aceh Timur masih menunggu dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara, Medan,” katanya.

Periksa 10 saksi

AKP Dwi juga mengatakan, hingga kini pihaknya sudah memintai keterangan dari sepuluh saksi terkait kasus tersebut. Saksi itu antara anak korban, Kamaruddin, menantu korban, Fatimah, keponakan korban, M Nasir, dan tetangga korban.

Saat ini, sebut Kasat Reskrim, personel Polres Aceh Timur masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan. "Berbekal dari keterangan saksi, mudah-mudahan pelaku penganiayaan yang mengakibatkan kedua korban meninggal dunia bisa secepatnya terungkap," harap Kasat Reskrim Polres Aceh Timur. (c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved