Breaking News:

Dari Tukang Sol Sepatu, Anggota Dewan, hingga Raih Gelar Doktor

Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi bin Aswad, berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Ilmu Manajemen

FOTO KIRIMAN MUSRIADI
Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi SPd MPd, foto bersama Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad MAg dan Staf Komisi I, Al Yunirun STrAk usai mengikuti sidang promosi doktor di Unimed, Sumatera Utara, Kamis (18/2/2021). 

* Kisah Musriadi, Anggota DPRK Banda Aceh

Sebelum sukses hingga anggota DPRK Banda Aceh dan saat ini sudah meraih gelar doktor, ternyata perjalanan hidup Musriadi penuh lika liku. Suami dari Yenni Ulfiana SPdI, ini ternyata pernah menjadi tukang sol sepatu selama 11 tahun (1994-2005) di Pasar Ulee Kareng, Banda Aceh, untuk menyambung hidup.

Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi bin Aswad, berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Ilmu Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatera Utara. Musriadi lulus dengan predikat memuaskan setelah berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul ‘Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Budaya Organisasi, Iklim Organisasi, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri Kota Banda Aceh’ dalam sidang promosi doktor di Gedung Program Pascasarjana (PPs) Unimed, Kamis (18/2/2021).

Sidang promosi doktor itu dipimpin Rektor Unimed, Dr Syamsul Gultom SKM MKes, dan Direktur Pascasarjana, Prof Dr Bornok Sinaga MPd, sebagai Sekretaris. Adapun dosen yang menguji pria kelahiran Gampong Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, 25 Agustus 1976, itu terdiri atas Dr Syamsul Gultom SKM MKes, Prof Dr Bornok SPd MPd, Prof Dr Nasrun MS, Prof Dr Khairun Ansari MPd, Prof Syawal Gultom MPd, Prof Zainuddin MPd, Dr Rosnelli MPd, dan Prof Dr Muniarti AR MPd.

Musriadi yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini dalam sidang disertasinya menjelaskan bahwa kepala sekolah hendaknya memiliki jiwa strong leadership. Artinya, menjadi pemimpin yang tangguh serta mempunyai visi dan misi dengan tujuan untuk memajukan sekolah dengan komitmen yang kuat. “Kepala sekolah harus jadi role model dan quality leadership bagi guru dan masyarakat sekolah,” katanya memaparkan sekilas substansi dari penelitiannya.

Menurut Musriadi, kepemimpinan transformasional menekankan pada proses membangun komitmen pada pengikutnya untuk bersama-sama berbagi dalam mengembangkan dan menjunjung tinggi nilai dan visi sekolah, serta rasa saling percaya antara pemimpin dan pengikutnya. Hal itu sangat penting sebagai dasar atau landasan misi untuk melakukan transformasional organisasi karena tuntutan lingkungan atau kemajuan teknologi.

Lebih lanjut Musriadi memaparkan, kepemimpinan transformasional berpengaruh langsung secara positif terhadap kepuasan kerja maupun kinerja guru. Jika ingin meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja guru, maka terlebih dulu perlu ditingkatkan aspek-aspek kepemimpinan transformasional kepala sekolah.

Peningkatan kepemimpinan transformasional secara teoretis dapat dilakukan dengan peningkatan aspek-aspek seperti peningkatan rasa kejujuran, rasa kepercayaan diri, kecerdasan, dan kreativitas. Peningkatan aspek-aspek tersebut dapat berkontribusi dalam meningkatkan kepuasan kerja guru maupun kinerja guru.

Dalam penelitiannya, sebut Musriadi, ia menemukan guru berkinerja baik adalah guru yang mempunyai kemampuan dalam menjalankan tugas dan kewajiban terhadap organisasinya dengan bekerja sungguh-sungguh. “Peningkatan kinerja guru di SMP Negeri Kota Banda Aceh dapat dilihat dari peningkatan aspek-aspek kuantitas pekerjaan, kerja sama, kualitas pekerjaan, dan pemanfaatan waktu yang efektif,” ujarnya.

Seusai sidang tersebut, Rektor Unimed, Dr Syamsul Gultom SKM MKes, mengucapkan selamat kepada Musriadi yang berhasil meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan. "Saudara memiliki kemampuan akademik yang tinggi, tapi itu belum cukup. Keberhasilan hanya dapat dicapai dengan disiplin, motivasi, kerja keras secara sistematik, serta ketangguhan lahir dan batin. Pastikan Saudara mengamalkan prinsip dasar dalam bekerja yakni kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas plus kerja ikhlas," katanya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved