Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Menhan AS Telepon Putra Mahkota Arab Saudi, Sesuai Diabaikan Oleh Presiden Joe Biden

Menteri Pertahanan (Menhan) AS Lloyd Austin menelepon Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada Kamis (18/2/2021).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Menteri Pertahanan (Menhan) AS Lloyd Austin menelepon Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada Kamis (18/2/2021).

Austin menegaskan kembali kemitraan pertahanan strategis antara kedua negara.

Keduanya membahas perubahan terbaru pada kebijakan AS di Yaman, kata Pentagon. .

Panggilan itu datang hanya beberapa hari setelah Gedung Putih mengatakan akan mengkalibrasi ulang hubungannya dengan Arab Saudi.

Dilansir Axios, Jumat (19/2/2021), kemitraan kembali dengan Presiden Joe Biden adalah Raja Salman, bukan MBS.

Baca juga: Joe Biden Akan Fokuskan Hubungan dengan Raja Salman, Putra Mahkota Arab Saudi Diabaikan

Komentar sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki secara luas dipandang sebagai penghinaan terhadap putra mahkota.

Padahal, telah dianggap oleh banyak orang sebagai pemimpin de facto Arab Saudi.

Sejak menjabat, pemerintahan Biden mengumumkan mengakhiri dukungan AS untuk operasi Saudi yang dipimpin koalisi di Yaman.

Bahkan, membatalkan keputusan Trump untuk menunjuk pemberontak Houthi Yaman sebagai kelompok teror.

Pemerintahan Biden juga akan merilis laporan intelijen AS.

Telah menyimpulkan bahwa MBS memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018, menurut Washington Post .

Baca juga: Arab Saudi Mengincar Mahkota Dubai, Rebut Dominasi Sebagai Pusat Komersial dan Finansial

Namun, Kerajaan Arab Saudi mengirimkan sinyal siap bekerja sama di Yaman.

Termasuk melakukan perbaikan pada hak asasi manusia dalam upaya menghindari krisis dengan Biden.

"Menlu AS mengutuk serangan lintas perbatasan Houthi baru-baru ini di Arab Saudi dan menyatakan komitmennya untuk membantu Arab Saudi dalam mempertahankan perbatasannya," kata Pentagon.

"Austin menegaskan kembali perubahan baru-baru ini dalam kebijakan AS terhadap Koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman," tambahnya.

"Juga membahas pentingnya mengakhiri perang, dan berterima kasih kepada Putra Mahkota atas komitmen Arab Saudi untuk penyelesaian politik," ujarnya.

Baca juga: Arab Saudi Mengincar Mahkota Dubai, Rebut Dominasi Sebagai Pusat Komersial dan Finansial

Austin menggarisbawahi peran Arab Saudi sebagai pilar arsitektur keamanan regional di Timur Tengah.

Juga pentingnya berbagi tanggung jawab keamanan dan stabilitas kawasan itu.

"Menteri Luar Negeri Austin mencatat AS dan Saudi berbagi komitmen untuk melawan aktivitas Iran yang tidak stabil dan mengalahkan organisasi ekstremis brutal di wilayah tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved