Kamis, 16 April 2026

Berita Sabang

Pelayaran ke Sabang Dihentikan Akibat Cuaca Buruk

Cuaca buruk yang melanda perairan Sabang menyebabkan pelayaran rute Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh – Pelabuhan Balohan Sabang dihentikan, Jumat...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Jalimin
Foto kiriman Midika Utama Putra
KMP Aceh Hebat 2 

Muhammad Nasir I Sabang

SERAMBINEWS.CIM, SABANG – Cuaca buruk yang melanda perairan Sabang menyebabkan pelayaran rute Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh – Pelabuhan Balohan Sabang dihentikan, Jumat (19/2/2021) pagi.

Meskipun pelayaran terhenti, namun tidak ada penumpukan penumpang, karena memang sedang sepi.

Kepala Pelabuhan Balohan Sabang, Agustiar kepada Serambinews.com,  kemarin menyampaikan, pelayaran dari kedua wilayah sempat beroperasi pada pagi hari. Namun setelah pukul 10:00 WIB, angin kencang dan gelombang tinggi yang semakin ganas, membuat pelayaran harus dihentikan.

Katanya, berdasarkan jadwal reguler, seharusnya kemarin dari Sabang terdapat delapan trip pelayaran menuju Banda Aceh. Dengan rinciannya, lima trip kapal cepat dan tiga trip kapal lambat.

“Pagi sempat ada kapal yang keluar dan masuk ke Pelabuhan Balohan, tapi setelah shalat jumat semua pelayaran dihentikan, baik dari Sabang maupun dari Banda Aceh,” ujar Agustiar.

Ia merincikan, untuk kapal lambat sempat berlayar dua kali dari Sabang, yaitu KMP Aceh Hebat 2 pukul 07:30 WIB dan KMP BRR pada pukul 10:00 WIB. Sedangkan kapal lambat hanya sempat berlayar satu kali, yaitu kapal Express Bahari yang berlayar pukul 08:00 WIB.

Sedangkan kapal yang berhasil merapat dari Banda Aceh ke Sabang hanya dua, yaitu KMP BRR yang tiba pukul 10:00 WIB dan Express Bahari yang juga berlabuh pada waktu yang hampir sama.

Berdasarkan jadwal, maka terdapat satu pelayaran kapal lambat, tiga pelayaran Express Bahari dan satu pelayaran MV Putri Anggreini yang dihentikan. Dikatakan Agus, meskipun banyak pelayaran yang dihentikan, namun tidak menyebabkan penumpukan penumpang.

Karena sejumlah penumpang kapal cepat yang gagal berangkat pada pagi hari kemarin dialihkan ke KMP BRR yang berlayar pukul 10:00 WIB. Sedangkan para penumpang yang seharusnya berlayar siang atau sore, memang tidak lagi datang ke pelabuhan, karena mengetahui cuaca buruk yang melanda Kota Sabang.

“Lagi pula sekarang sepi, sedang tidak banyak penumpang,” ujar Agus.

Kata Agus, cuaca buruk sudah dirasakan oleh penumpang sejak trip pertama pelayaran, hantaman gelombang dan angin kencang membuat penumpang panik. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, sejumlah penumpang sudah memegang pelampung dalam pelayaran tersebut.

Kepala Pelabuhan Balohan Sabang, Agustiar menyampaikan, cuaca buruk yang menyebabkan terhentinya pelayaran itu berupa angin kencang dan gelombang tinggi. Ketinggian gelombang berkisar antara 2,5 hingga 4 meter.

Dengan ketinggian gelombang yang mencapai 4 meter, lazimnya mamang sudah membahayakan untuk pelayaran, apalagi untuk kapal cepat.

Kata Agustiar, sebenarnya tanda-tanda cuaca buruk sudah mulai tampak sejak pagi, ketika pelayaran perdana keluar dari teluk Balohan. Namun saat ini kondisinya masih memungkin untuk tetap berlayar, sehingga ada kapal cepat dan kapal lambat yang berlayar.(*)

Baca juga: Lagi, Satu Anggota KKB Tewas dalam Baku Tembak dengan Pasukan Elite TNI AU di Bandara Papua

Baca juga: Indonesia Kedua Tertinggi Pernikahan Dini Se-ASEAN, Ini Bahaya Hamil di Bawah Umur Bagi Kesehatan

Baca juga: Pelamar CPNS 2021, Ini Persyaratan yang Harus Dipenuhi Jika Daftar di Kemenkumham, Siapkan Berkasnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved