Breaking News:

Properti

Otomotif Dapat Insentif Pajak, Properti Minta Pemerintah Turunkan Suku Bunga KPR

Sektor properti berharap pemerintah menurunkan suku bunga KPR, sehingga sama seperti sektor otomotif yang mendapat insentif pajak.

iStock
Ilustrasi KPR 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sektor properti berharap pemerintah menurunkan suku bunga KPR, sehingga sama seperti sektor otomotif yang mendapat insentif pajak.

Kondisi sektor properti yang juga terpukul parah oleh pandemi Covid-19, termasuk Aceh perlu dibangkitkan kembali dengan stimulus pemerintah.

Penurunan suku bunga akan makin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mampu mencicil bulanan sampai 15 tahun atau lebih.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengembang Real Estate Indonesia (REI) Royzani Sjachri mengusulkan penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen ( KPR/KPA).

Hal itu untuk melengkapi dan berjalan beriringan dengan kebijakan relaksasi loan to value/financing to value (LTV/FTV) maksimal 100 persen atau DP 0 persen.

Baca juga: Beli Rumah Tidak Perlu DP Lagi Atau Nol Persen, Mulai Maret 2021

"Kami harap bunga KPR-nya juga bisa diturunkan," kata Royzani dalam acara Mortgage Forum yang digelar secara virtual, pada Jumat (19/2/2021).

Royzani menjelaskan penurunan suka bunga KPR mestinya dapat dilakukan oleh perbankan, karena Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (DRRR)," katanya.

"Kini, suku bunga acuan berada di level terendah sepanjang sejarah bank sentral, yakni 3,50 persen," tambahnya.

"Suku bunga acuan BI-7DRRR kan sudah turun tapi kok bunga KPR enggak turun serta merta? tanyanya.

"Atau kredit konstruksi belum turun," cetus Royzani.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved