Breaking News:

Otomotif

Mobil Bekas Tak Berdampak Siginifikan Terhadap Kebijakan Pemerintah, Masyarakat Tunggu Bulan Depan

Penjualan mobil bekas tampaknya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan pemerintah. Seperti insentif pajak, PPnBM Nol persen dan juga

Dok: JBA INDONESIA
Arena penjualan mobil bekas di Jakarta 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penjualan mobil bekas tampaknya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan pemerintah.

Seperti insentif pajak, PPnBM Nol persen dan juga DP atau uang muka nol persen.

Sehingga. calon pembeli mobil baru bakal mendapat sejumlah keringanan jika membeli pada Maret mendatang.

Hal ini jadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang sudah berniat lama memiliki kendaraan.

Selain mendapat diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), pemerintah telah mengumumkan untuk memberikan keringanan kredit dengan DP 0 persen.

Agus Gumiwang Kartasamita, Menteri Perindustrian RI, mengatakan, pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan industri otomotif yang anjlok pada tahun lalu.

Baca juga: Kawasaki Sambut Baik Insentif Pajak Pemerintah dan DP Nol Persen

Industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi sangat besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Agus, dalam konferensi peluncuran IIMS Virtual, Kamis (18/2/2021).

Kebijakan pemerintah untuk merelaksasi pajak mobil baru lewat komponen PPnBM mulai berdampak pada pasar mobil bekas.

Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88, mengatakan, rencana penerapan insentif PPnBM telah membuat penjualan mobil bekas menurun.

“Pastinya sekarang orang banyak yang nahan, karena mau lihat kondisi bulan depan seperti apa,” ujar Fischer, kepada Kompas.com (19/2/2021).

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved