Breaking News:

Pakta Iklim Paris

Amerika Serikat Kembali Bergabung Dalam Kesepakatan Iklim Paris

Sebelumnya, mantan Presiden AS Donald Trump keluar secara sepihak dari Kesepakatan tersebut bertujuan untuk membatasi pemanasan global.

Editor: Taufik Hidayat
www.diplomate.gov.fr
PERUBAHAN IKLIM 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) bergabung kembali secara resmi ke dalam Pakta Iklim Paris.

Presiden Joe Biden pun menandatangani perintah untuk bergabung kembali ke dalam perjanjian tersebut pada hari pertamanya menjabat pada 20 Januari.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, perubahan iklim dan sains "tidak akan pernah" lagi berada di luar kebijakan luar negeri Washington.

Perjanjian penting yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon yang dipilih mantan Presiden Donald Trump untuk keluar secara sepihak dalam proses yang diselesaikan pada 4 November.

Kesepakatan tersebut bertujuan untuk membatasi pemanasan global dan mencapai dunia ramah karbon pada 2050.

"Perjanjian Paris adalah kerangka kerja yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk aksi global," kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Empat Anak-anak Meninggal Dalam Banjir Jakarta

Baca juga: Aksi Kemanusiaan Warga Aceh di Malaysia, Salurkan Bantuan Hingga Kuala Terengganu

Baca juga: Dituduh Bawa 2  Pria Menginap di Rumah, Ini yang Dilakukan Angel Lelga, Mantan Istri Vicky

Baca juga: Ini Lima Keunikan Piala Menpora 2021, Diikuti 18 Klub Hingga tak Ada Supporter

"Kami tahu karena kami membantu merancang dan mewujudkannya. Tujuannya sederhana dan ekspansif: membantu kita semua menghindari bencana pemanasan planet dan membangun ketahanan di seluruh dunia terhadap dampak perubahan iklim yang sudah kita lihat," ungkap Blinken.

"Anda telah melihat dan akan terus melihat kami merangkai perubahan iklim ke dalam percakapan bilateral dan multilateral terpenting kami di semua tingkatan. Dalam percakapan ini, kami bertanya kepada para pemimpin lain: bagaimana kami bisa berbuat lebih banyak bersama-sama?" tambah Blinken.

Menekankan para ilmuwan berada di pusat prioritas kebijakan dalam dan luar negeri Washington, Blinken mengatakan perubahan iklim dan diplomasi sains tidak akan pernah lagi berada di luar diskusi kebijakan luar negeri mereka.(AnadoluAgency)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved