Kamis, 4 Juni 2026

Internasional

Hamas Meluncurkan Vaksinasi Covid-19 Sputnik V Asal Rusia

Jalur Gaza yang diperintah Hamas memulai kampanye vaksinasi Covid-19 pada Senin (22/2/2021), setelah kedatangan vaksin pertama asal Rusia.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Seorang petugas medis Palestina menyiapkan suntikan vaksin Covid-19 Sputnik V buatan Rusia, di Kota Gaza, Senin (22/2/2021) 

SERAMBINEWS.COM, KOTA GAZA - Jalur Gaza yang diperintah Hamas memulai kampanye vaksinasi Covid-19 pada Senin (22/2/2021), setelah kedatangan vaksin pertama asal Rusia.

Mantan Menteri Kesehatan dan beberapa pekerja medis diinokulasi dengan suntikan Sputnik V Rusia di depan puluhan kamera.

Lebih banyak pekerja medis dan pasien dengan penyakit kronis mulai menerima suntikan pada Selasa (23/2/2021).

"Upaya penyuntikan akan menghasilkan lebih banyak kekebalan di antara orang-orang dan lebih lanjut mengekang penyebaran pandemi," kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Ashraf al-Qedra.

Gaza hanya menerima 22.000 dosis vaksin, sebagian kecil dari yang dibutuhkan untuk mengimunisasi 2 juta orang.

Termasuk sekitar 1,4 juta orang di atas usia 18 tahun.

Baca juga: 48 Ribu Tenaga Kesehatan Aceh Sudah Divaksin Covid-19, Kasus Baru Sembilan Orang

Kekurangan vaksin di Jalur Gaza dan Tepi Barat sangat kontras dengan Israel.

Saat ni sedang dalam kecepatan penuh untuk mengimunisasi hampir semua orang dewasa dalam beberapa minggu mendatang.

Saat ini, sekitar sepertiga dari 9,3 juta orang Israel telah menerima dua dosis vaksin Pfizer / BionTech.

Perbedaan tersebut telah menarik perhatian pada ketidakadilan di seluruh dunia dalam distribusi vaksin antara negara kaya dan miskin.

Pejabat PBB dan kelompok hak asasi manusia telah menyuarakan keprihatinan atas perbedaan tersebut.

Baca juga: Per 22 Februari 2021, Nakes di Lhokseumawe yang sudah Divaksin Covid-19 Capai 2.308 Orang

Bahkan, menyebut bIsrael, sebagai kekuatan pendudukan, memiliki kewajiban untuk membantu Palestina.

Israel mengatakan di bawah perjanjian perdamaian sementara, Otoritas Palestina yang diakui secara internasional bertanggung jawab.

Israel telah memvaksinasi penduduk Arabnya sendiri.

Otoritas Palestina telah berjuang untuk mendapatkan vaksin, tetapi hanya mendapatkan 2.000 dosis dari Israel untuk pekerja medis Tepi Barat dan 10.000 dosis tambahan dari Rusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved