Breaking News:

Berita Pidie

Dandim Pidie Hadiri Khanduri Teut Apam di Sekolah, Begini Harapannya

Dandim Pidie dan ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIX Kodim, Ny Dilla Sony secara khusus menghadiri acara tradisi Khanduri Teut  Apam

FOR SERAMBINEWS.COM
Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Arh Tengku Sony Sonatha SE MIP (tiga kanan) bersama dengan ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIX Kodim, Ny Dilla Sony (kanan) mengunjungi rangkaian Tradisi Teut Apam pada Taman Kanak-Kanak (TK) Kartika XIV-4 Blok Bengjel, Kota Sigli dan SDN 1 Kota Sigli, Selasa (23/2/2021). 

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, PIDIE - Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Arh Tengku Sony Sonatha SE MIP bersama dengan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIX Kodim, Ny Dilla Sony secara khusus menghadiri acara tradisi Khanduri Teut  Apam.

Tradisi Teut Apam diselenggarakan di Taman Kanak-Kanak (TK) Kartika XIV-4 Blok Bengkel, Kota Sigli, Selasa (23/2/2021).

"Tradisi Teut Apam merupakan tradisi adat warga Pidie secara khusus dan umumnya masyarakat Aceh yang telah mengakar yang dilakukan pada setiap bulan Ra'jab," sebut Tengku Sony Sonatha kepada Serambinews.com, Selasa (23/2/2021) disela-selas kunjungan Teut Apam.

Lazimnya, Khanduri Teut Apam ini  kerap dilakukan di tempat-tempat terbuka atau umum.

Baca juga: Sejumlah Vaksin Covid-19 di Lhokseumawe Dinyatakan Rusak

Namun setelah mendapat surat edaran dari pihak Dinas Pendidikan (Disdik) selaku pejabat pemerintahan.

Maka kali ini tradisi budaya yang sangat kental di Pidie justru dilakukan pada setiap penyelenggara pendidikan (sekolah-sekolah) di semua jenjang pendidikan.

Hal ini sebagai langkah tepat dalam melindungi khasanah (warisan) budaya dari gerusan zaman.

"Bagian tradisi Teut Apam ini mesti dilestarikan dan terus dihidupkan di tengah era globalisasi.

Apalagi rangkaian tradisi Teut Apam ini sarat muatan sejarah agar tak lekang oleh zaman apalagi di Pidie yang masih kental dengan budaya sosial yang tinggi," jelasnya.

Baca juga: Warga Aceh di Australia Gelar Kenduri Apam

Menurut Tengku Sony, budaya Teut Apam sebagaimana pepatah Aceh,  "Gadoh Adat Pat Tamita" yang artinya, "hilang adat dimana kita cari".

Karenanya tradisi Kenduri Apam ini mesti mendapat ruang waktu dilestarikan.

"Saya berharap sekolah-sekolah yang menyelenggarakan even sakral budaya ini untuk tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Protkes)," ungkapnya.(*)

Baca juga: Akibat belum Bisa Nyetir, Belasan Mobil di Desa Miliarder Rusak, Ada yang Tabrak Garasi

Penulis: Idris Ismail
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved