Breaking News:

Berita Pidie

Siswa Berjibaku Dengan Asap Saat Tot Apam Massal di Pidie

Tot apam secara massal itu dilakukan serentak di sekolah berdasarkan intruksi Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Pidie.

Serambinews.com
Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, meninjau kegiatan tot apam massal di SMP 2 Indrajaya, Selasa (23/2/2021) 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ratusan pelajar di SMPN 2 Indrajaya, Pidie, Selasa (23/2/2021), berjibaku saat tot apam massal yang digelar secara serentak di sekolah di kabupaten itu.

Tot apam secara massal itu dilakukan serentak di sekolah berdasarkan intruksi Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Pidie.

Pantauan Serambinews.com, Selasa (23/2/2021), ratusan pelajar dibaluti hijab dengan menggunakan kain sarung duduk teratur di lokasi parkir kendaraan di SMP 2 Indrajaya. 

Dengan muka menghadap kedinding, ratusan pelajar terus berjibaku dengan asap yang keluar dari bawah belanga tanah liat sebagai wadah masak apam. 

Asap yang mengepul tidak menyurutkan pelajar untuk memasak apam. Sesekali tangan pelajar menyapu air mata dengan kain akibat terkena asap. 

Munculnya asap saat memasak apam, lantaran para pelajar menggunakan bahan bakar daun kelapa kering.

Baca juga: Maling Miskin Ditembak, Curi Komputer Jalan Kaki ke Sekolah, Tak Punya Motor, Modal Cuma Obeng

Baca juga: Harley Davidson Luncurkan Model Adventure, Pan America 1250, Dibandrol Rp 200 Jutaan

Baca juga: Turki Tuduh Jet Tempur Yunani Ganggu Kapal Penelitian di Laut Aegean

Baca juga: Penggali Sumur Bunuh Temannya Pakai Balok Kayu, Cemburu Karena Istrinya Sering Ditelepon

Ibu guru ikut nimbrung memeriahkan tot apam tersebut, dengan lokasi terpisah dengan pelajar. Ibu guru menggunakan gas dan kompor sehingga tidak adanya asap. 

Wakil Bupati Pidie, Fadlullah TM Dau ST, kepada Serambinews, Selasa (23/2/2021) mengatakan, kegiatan kenduri apam yang dilaksanakan serentak di sekolah-sekolah bersifat positif. 

Jika tot apam yang dilaksanakan jajaran Disdikbud Pidie ini sebagai implementasi dari tradisi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Pidie yang gemar bersedekah untuk melaksanakan kenduri.

"Saya imbau bagi warga di luar Pidie, yang rindu pada apam sedianya bisa berkunjung ke Pidie. Sebab, kegiatan itu akan dilaksanakan setiap tahun saat masuk bulan Rajab," jelasnya.(*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved