Breaking News:

Lestarikan Tradisi Masyarakat Pidie, Ratusan Pelajar ‘Toet Apam’ Pakai Kain Sarung

Toet apam’ atau memasak/membakar kue serabi merupakan tradisi masyarakat Pidie yang sudah berlangsung turun temurun

Serambinews.com
Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, meninjau kegiatan tot apam massal di SMP 2 Indrajaya, Selasa (23/2/2021) 

‘Toet apam’ atau memasak/membakar kue serabi merupakan tradisi masyarakat Pidie yang sudah berlangsung turun temurun. Berbagai kegiatan digelar Pemkab Pidie untuk melestarikan tradisi tersebut, mulai dari festival ‘toet apam’ hingga ‘toet apam’ massal di sekolah-sekolah.

SUASANA berbeda terlihat di SMPN 2 Indrajaya, Selasa (23/2/2021) kemarin. Ratusan pelajar perempuan memakai kain sarung saat melakukan proses ‘toet apam’ yang dilakukan secara massal di sekolah tersebut dan seluruh sekolah di Kabupaten Pidie.

Para pelajar perempuan itu duduk teratur di lokasi parkiran sekolah, berjibaku dengan asap yang keluar dari bawah wadah masak apam. Asap yang mengepul tidak menyurutkan semangat para pelajar. Sesekali tangan mereka menyeka air mata yang keluar akibat perih terkena asap.

Wajar saja, para pelajar itu memasak apam dengan menggunakan daun kelapa kering dan kayu bakar. Berbeda dengan para guru yang juga melakukan ‘toet apam’ di lokasi terpisah. Di lokasi para guru, tidak terlihat asap yang mengepul karena mereka menggunakan kompor gas.

Wakil Bupati Pidie, Fadlullah TM Daud ST, kepada Serambi, Selasa (23/2/2021) mengatakan, kegiatan kenduri apam yang dilaksanakan serentak di sekolah-sekolah itu bersifat positif. Kenduri apam ini, lanjut Wabup, merupakan implementasi dari tradisi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Pidie yang gemar bersedekah melaksanakan kenduri.

"Saya imbau bagi warga di luar Pidie, yang rindu pada apam, sedianya bisa berkunjung ke Pidie," ajak Fadlullah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pidie, Ridwandi, kepada Serambi menyebutkan bahwa kegiatan ‘toet apam’ massal itu diikuti sekitar 500 sekolah lebih. Setiap sekolah ia sebutkan, membutuhkan 25 bambu tepung, 37 kilogram beras dan 100 butir kelapa. Kebutuhan bahan baku itu merupakan swadaya guru dan pelajar di sekolah, termasuk daun kelapa kering yang digunakan sebagai kayu bakar.

"Kita juga mengundang kepala dinas pendidikan dan kebudayaan di sejumlah kabupaten/kota untuk memberikan masukan terhadap aktivitas menghidupkan budaya ‘toet apam’ itu," ujarnya.

Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Dr Saminan MPd, yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, bangsa yang hebat adalah menghargai budaya seperti Pidie. Menurut Saminan, aktivitas ‘toet apam’ itu perlu diberikan apresiasi karena mampu menghidupkan budaya lama di tengah budaya digital, di mana anak-anak disuguhkan dengan makanan siap saji yang mengandung pengawet.

"Kalau makanan apam kan alami. Ini memberikan makna holistik kepada anak. Apam harus menjadi makanan bergizi, menjadi snack di sekolah, tentunya harus merubah menu dengan berbagai varian," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRK Pidie, Muhifuddin, mengaku telah turun langsung memantau proses pelaksanaan ‘toet apam’ massal di sekolah. Pihaknya menyorot dana untuk kebutuhan ‘toet apam’ itu, yang berasal dari sumbangan sukarela dari para guru dan pelajar.

"Kegiatan ‘toet apam’ kan intruksi dinas (Disdikbud), seharusnya dinas menyiapkan dana untuk kegiatan itu. Dinas seharusnya tidak membebankan kepada murid, meski mereka membantu secara sukarela," jelasnya.

Muhifuddin juga menyampaikan bahwa kegiatan ‘toet apam’ itu hanya layak untuk pelajar SMP. Sementara TK dan SD belum layak. "Jadi atas kejanggalan yang kita temukan itu, kita akan panggil Kadisdikbud Pidie dalam waktu dekat ini," pungkasnya.

Hal lainnya, menurut Ketua Komisi V DPRK Pidie, di tengah suasana pandemi Covid-19 saat ini, pihak dinas seharusnya melakukan sosialisasi kepada para pelajat tentang vaksinasi. Sosialisasi terhadap kemudharatan maupun manfaat dari vaksin Sinovac.(muhammad nazar)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved