Breaking News:

Berita Jakarta

DPR Lakukan Vaksinasi dengan Menerapkan Protkes Ketat

"Desain kegiatan vaksin dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga hanya orang yang berkepentingan saja yang dapat masuk dan menjalani

AFP
Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin Covid-19 Sinopharm buatan China di Belgrade Fair yang diubah menjadi pusat vaksinasi, pada 12 Februari 2021. 

"Desain kegiatan vaksin dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga hanya orang yang berkepentingan saja yang dapat masuk dan menjalani prosesnya. Di dalam ruangan ada proses verifikasi identitas, pengecekan dari tenaga kesehatan, dan setelah divaksin diberi waktu untuk istirahat 30 menit," urai Indra.

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 di lingkungan kerja DPR RI, berlangsung sejak 24 Februari 2021.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menjelaskan, bahwa proses vaksinasi Covid-19 di lingkungan kerja DPR  bagian dari jadwal yang telah diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pemberian vaksin ini merupakan bentuk proteksi, bagi anggota DPR yang riskan terpapar saat menjalankan tugasnya. 

Selain anggota DPR, pemberian vaksin juga menyasar para pegawai di lingkungan DPR.

"Sehingga karena (vaksin) diperuntukkan untuk dukungan terhadap DPR, maka vaksin juga diperuntukkan bagi PNS, Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal), petugas cleaning service, tenaga ahli dan lainnya," sebut Indra saat ditemui di Gedung Nusantara II, Jakarta (26/2/2021). 

Indra menegaskan, kegiatan vaksinasi di lingkungan DPR tidak tertutup, melainkan didesain dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Danrem 011/Lilawangsa Kunjungi Dua Koramil di Gayo Lues

"Desain kegiatan vaksin dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga hanya orang yang berkepentingan saja yang dapat masuk dan menjalani prosesnya. Di dalam ruangan ada proses verifikasi identitas, pengecekan dari tenaga kesehatan, dan setelah divaksin diberi waktu untuk istirahat 30 menit," urai Indra.

Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi, Rahmad Budiaji menerangkan bahwa sebelum kegiatan vaksinasi dilingkungan DPR RI dilaksanakan, Kemenkes melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) telah bersurat kepada Setjen DPR.

"Yang substansinya meminta data sasaran vaksinasi tahap kedua bagi pelayan publik di lingkungan DPR," sebutnya. 

Setjen DPR telah menjawab surat dimaksud, dengan data sasaran pelayan publik di DPR sekaligus permintaan waktu dan tempat untuk pelaksanaan vaksinasi.

"Seperti yang diketahui, anggota DPR tidak hanya didukung support system melalui PNS. Namun juga ada PPNASN (Pegawai Pemerintah non ASN-red) dan TA (Tenaga Ahli-red)," ungkap Rahmda Budiaji yang akrab dipanggil Aji. 

Jumlah sasaran vaksinasi di lingkungan DPR mencapai 15.989 orang, dengan target vaksinasi per hari sekitar 1.000 orang lebih.

Harapannya, tahap pertama vaksinasi  berlangsung sejak 24 Februari dapat selesai maksimal tanggal 10 Maret dan berlanjut ke vaksinasi tahap kedua. (*)

Baca juga: CPNS 2021, Aceh Jaya Usulkan Hingga 600 Formasi

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved