Kamis, 30 April 2026

Gatot Nurmantyo Bicara Soal Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Pandemi

Gatot Nurmantyo berbicara mengenai ketahanan pangan nasional di saat menghadapi kondisi tidak mentu di masa pandemi Covid-19.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo berpose sebelum menjadi narasumber di acara Satu Meja The Forum di studio satu Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018).(KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo berbicara mengenai ketahanan pangan nasional di saat menghadapi kondisi tidak mentu di masa pandemi Covid-19.

“Berbicara ketahanan pangan, maka kita harus menekankan benar aspek penyelamatan. Mengapa demikian?

Karena kita tidak hidup dalam kondisi normal, ada banyak aspek yang perlu penyesuaian-penyesuian secara sangat cepat,” ujar Gatot dalam Diskusi Onlie ‘Jaya Suprana Show-Jenderal TNI Gatot Nurmantyo-Pengamat Peternakan dan Pertanian Nasional, Jumat (26/2/2021).

Di masa yang tidak normal pandemi ini, Gatot menjelaskan, pemerintah perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian dan langkah-langkah yang revolusioner dan radikal yang sangat dibutuhkan untuk bisa melakukan penyelamatan ketahanan pangan nasional.

“Sekarang kita sedang dalam kondisi resesi ekonomi dunia, kita sedang kena pandemi Covid-19.

Kemudian, kita juga sedang menghadapi  tantangan besar  tentang dengan krisis energi ,air dan pangan,” jelasnya.

Apalagi sebentar lagi kata Gatot, jumlah penduduk dunia akan mencapai 8 miliar.

Sementara di Indonesia, jumlah populasinya sudah mencapai 272 juta orang.

Itu berarti kebutuhan akan pangan akan semakin meningkat.

Sehingga ada kekhawiran akan menghadapi keterbatasan atau krisis pangan di masa mendatang.

Untuk itu perlu langkah-langkah antisipatif dari penyelenggara negara untuk memastikan ketersediaan pangan guna menyelamatkan penduduk.

Apalagi sekarang kata Gatot, terjadi  penyusutan industri dan lahan pertanian setiap tahunnya terjadi di Indonesia.

 Sementara, lahan yang ada terbatas

Gatot mengutip data Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Indonesia  Penyusutan lahan pertanian mencapai 120 ribu hektare setiap tahunnya.

Ditambah lagi konsentrasi lahan pangan atau lumbung pangan hanya di wilayah-wilayah tertentu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved