Minggu, 26 April 2026

Berita Lhokseumawe

Universitas Malikussaleh Serahkan Penghargaan kepada Keluarga Gus Dur di Jakarta

“Dari silaturahim kami ke para ulama di Aceh yang membantu penegerian Unimal, nama Gus Dur selalu disebut sebagai salah satu orang yang paling berjasa

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Nurul Hayati
Foto: Unimal
Rektor Universitas Malikussaleh, Dr Herman Fithra ASEAN Eng, menyerahkan piagam penghargaan dan lukisan kepada keluarga Gus Dur di Jakarta, Jumat (26/2/2021). 

“Dari silaturahim kami ke para ulama di Aceh yang membantu penegerian Unimal, nama Gus Dur selalu disebut sebagai salah satu orang yang paling berjasa dalam penegerian Unimal,” ungkap Herman dalam keterangan tertulis ketika berbicara di hadapan putri Gus Dur Alissa Wahid, Anita Wahid, dan Inayah Wahid di Jakarta.

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Penegerian Universitas Malikussaleh, Aceh, tidak lepas dari peran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika menjadi Presiden Republik Indonesia. 

Ketika itu, sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Aceh meminta penegerian Universitas Malikussaleh sebagai bagian dari proses penyelesaian konflik Aceh. 

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Malikussaleh, Dr Herman Fithra ASEAN Eng, ketika bertemu dengan putri Gus Dur di Jakarta, Jumat (26/2/2021). 

Dalam kesempatan itu, Herman mengisahkan secara singkat perjuangan penegerian Universitas Malikussaleh (Unimal) selama Gus Dur menjadi Presiden dan kemudian ditandatangani di masa Presiden Megawati Soekarnoputri pada 1 Agustus 2001. 

“Dari silaturahim kami ke para ulama di Aceh yang membantu penegerian Unimal, nama Gus Dur selalu disebut sebagai salah satu orang yang paling berjasa dalam penegerian Unimal,” ungkap Herman dalam keterangan tertulis ketika berbicara di hadapan putri Gus Dur Alissa Wahid, Anita Wahid, dan Inayah Wahid di Jakarta.

Menurut Herman, pihak Unimal ingin berjumpa dengan keluarga Gus Dur pada 2020 berkaitan dengan peringatan Dies Natalis Unimal ke-52 pada 12 Juni 2020 lalu. 

Baca juga: Telkomsel Beri Kuota hingga 30 GB, Ganti Kartu Lama ke Kartu Usim 4G

“Tapi karena masih dalam suasana pandemi, pertemuan baru bisa terlaksana tahun ini,” kata Herman. 

Rombongan Universitas Malikussaleh terdiri dari Rektor, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr Baidhawi; Pembantu Rektor IV Bidang Kerja Sama, Dr Azhari, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis, Teuku Kemal Fasya. Sedangkan dari tim keluarga Gus Dur, selain tiga putrinya, juga ada penulis buku Gus Dur sekaligus anggota Ombudsman RI 2016 – 2021, Ahmad Suaedy, serta Suraji dari Yayasan Bani Abdurrahman Wahid.

Rektor Unimal juga menceritakan secara singkat profil Universitas Malikussaleh yang disebutnya sebagai Kampus Bhineka Tunggal Ika, karena 20.300-an mahasiswa datang dari berbagai provinsi di Indonesia.

Meski di Aceh berlaku syariat Islam, banyak mahasiwa Unimal uang non-muslim dan mereka bebas menjalankan keyakinannya.

Selain itu, Unimal juga memiliki program untuk menghimpun anak-anak di daerah tertinggal untuk mengenyam pendidikan di Universitas Malikussaleh.

Baca juga: 431 Warga Lhokseumawe yang Terpapar Covid-19 Dinyatakan Sembuh, Dua Masih Isolasi Mandiri

“Program ini sesuai dengan cita-cita almarhum Gus Dur untuk membangun kesetaraan pendidikan,” ujar Herman yang memaparkan sejumlah capaian Unimal dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara, Alissa Wahid menyebutkan penyerahan penghargaan tersebut merupakan extraordinary karena di tengah pandemi masih diupayakan untuk pertemuan dengan keluarga Gus Dur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved