Breaking News:

Techno

Penggunaan Teknologi Robot Makin Meluas, Ini Terbaru dari ABB Mampu Berkolaborasi dengan Manusia

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini menjadi salah satu pendorong investasi industri pada bidang otomatisasi robot.

Editor: Mursal Ismail
Foto: ArabNews
FOTO TAK TERKAIT DENGAN BERITA - Para tenaga medis bersama robot medis di King Abdullah Medical Complex, Jeddah, Arab Saudi 

Sami Atiya, President, Robotics & Discrete Automation Business Area, ABB mengatakan, rangkaian cobot terbaru ABB merupakanyang paling beragam di pasaran.

"Kami menawarkan berbagai potensi untuk mengubah cara kerja di perusahaan dan membantu para rekan bisnis ABB mencapai kinerja operasi dan pertumbuhan perusahaan yang pesat," ujar Sami Atiya, Sabtu (27/2/2021).

Dijelaskan, teknologi robot ini sangat mudah untuk digunakan dan dikonfigurasi, serta didukung jaringan layanan global, untuk berbagai kebutuhan bisnis di beragam skala dan ragam sektor industri, alias tak hanya untuk industri manufaktur saja.

Perkembangan rangkaian cobot ABB dirancang khusus untuk membantu para pengguna robot dalam mempercepat program otomatisasi di empat kunci tren dunia industri, termasuk konsumen yang beragam dengan kebutuhan yang berbeda-beda, tenaga kerja yang kurang memadai, digitalisasi, dan kondisi tidak menentu yang mengubah arah bisnis dan mendorong otomatisasi menjadi sektor baru ekonomi.

Perkembangan ini mengikuti fokus bisnis ABB Robotics yang mengutamakan segmen industri dengan pertumbuhan yang tinggi, dengan memberikan terobosan inovasi untuk membantu pertumbuhan yang menguntungkan.

Dalam sebuah survei global terhadap 1.650 bisnis kecil dan menengah di Eropa, Amerika Serikat, dan China ditemukan data bahwa 84 persen bisnis mengatakan mereka akan meningkatkan penggunaan robot dan otomatisasi dalam sepuluh tahun ke depan, dan 85 persen mengatakan situasi pandemi menjadi salah satu faktor utama yang mengubah bisnis dan industri.

Lebih dari setengah dari total keseluruhan responden (43 persen) mengatakan bawah mereka membutuhkan robot untuk membantu mereka meningkatkan faktor kesehatan dan keamanan kerja.

Sementara, 51 persen mengatakan robot dapat meningkatkan jaga jarak aman dan lebih dari sepertiganya (36 persen) akan mempertimbangkan untuk menggunakan robot dalam meningkatkan kualitas kerja untuk karyawan mereka.

Sebanyak 78 persen pemilik perusahaan mengatakan bahwa merekrut dan mempertahankan karyawan mereka untuk pekerjaan berulang dan yang cukup sulit secara ergonomis adalah sebuah tantangan tersendiri.

Cobot dirancang untuk dioperasikan bersamaan dengan manusia (operator) tanpa perlu adanya langkah-langkah keamanan fisik seperti pagar pembatas dan ini sangat mudah digunakan serta diinstal.

Di 2019 saja, lebih dari 22.000 cobot baru disebar ke berbagai penjuru dunia, lebih banyak 19 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Permintaan akan cobot diestimasi meningkat pada CAGR sebanyak 17 persen antara 2020 dan 2025 dan penjualan cobot secara global diestimasi meningkat dari sekitar USD 0.7 miliar di 2019 menjadi USD 1.4 miliar pada 2025.

Pasar global untuk robot industri diproyeksikan meningkat dari USD 45 miliar di 2020 menjadi USD 58 miliar di 2023 (CAGR – 9 persen).

Atiya menjelaskan, dengan ekspansi ini, ABB membuat cobot ini lebih mudah untuk digunakan, dengan layanan servis seketika untuk membantu para pelaku bisnis mengoperasikan cobot kami tanpa masalah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved